Selasa, 19 Mei 2015

"Sakitnya Tuh Disana... ( Alam Barzakh, Akhirat )

Berbagi Kisah di Saat KAJIAN :
"Sakitnya Tuh Disana... ( Alam Barzakh, Akhirat )
Pemateri :
Ust. DR.Syafiq Reza Basalamah.

-----—----------------
Pada sesi tanya jawab dalam ta'lim ini, Suasana seketika menjadi hening..

ketika  ada jamaah yang bertanya
"Ustadz, jika ustadz nanti masuk surga duluan, dan kami tertahan disana tolong ajak kami ustadz, para jamaah yang hadir dimajlismu hari ini, tolong ingat kami ustadz, serta doakan kami agar termasuk penghuni penghuni surga...."

Seketika itu para jamaah yang hadir terdiam, suasana yang tadinya ramai mendadak hening.

Terlihat Ustadz Syafiq matanya berkaca-kaca, beliau terdiam, terlihat air matanya mulai menetes dipipinya, matanya memerah..

Ustadz Syafiq Reza Basalamah diam sejenak kmudian berdoa kepada Allah 'Azza Wajalla (namun beliau shir' (lirihkan) doanya).

Lagi lagi air matanya menetes dipipinya...

para jamaahpun menundukan kepalanya, terlihat para jamaah matanya sembab, bajunya basah krna airmata, terdengar isak tangis tersedu-sedu dari para jamaah.

Kemudian ustadz mencoba menjawab sedikit..

"Saudaraku, surga itu mahal, surga Allah sangatlah mahal. Hanya dengan rahmat-Nya kita dapat diizinkan utk memasuki surga-Nya.
Tak ada satupun disini yang menjamin dirinya akan masuk surga.
Namun kita percaya janji Allah..
Saudaraku surga tidak akan diraih tanpa adanya pengorbanan..."

Kemudian ustadz mengambil tisu utk mengusap airmatanya..

WA : RUMAH ILMU
-----

Taujih Ust Irfan Maulidi

Rekaman taujih Ust Irfan Maulidi Ketua DPW PKS Banten dlm penutupan mukhayam DPD Tangsel Ahad 3 Mei 2015 di Pantai Carita, Anyer (setelah di edit seperlunya)

Subhanallah mungkin antm tdk akan merasakan yg ana rasakan krna kualitas beliau dgn ana berbeda.. Tapi semua yg hadir saat itu larut dengan tangisnya...

"Dakwah itu tidak akan menang dengan rukhsah. Dakwah itu akan menang dengan tekad dan kesungguhan"
(Syaikh Hasan Hudhaibi)

"Bila da'i nya bermental ayam negeri yang tak tahan angin, mudah kena sampar dan mengandalkan jatah makanan olahan, maka kiamat dakwah sudah terdengar seruninya."
(KH. Rahmat Abdullah)

Untuk mengukur seseorang adalah kader dakwah itu sederhana yaitu 2 hal :
1. Kesungguhannya dlm menjaga tarbiyah
2. Kesungguhan ekspansi dakwah (merekrut)

Di mesir sana, tidak ada lagi liqoan yg diadakan pagi hari, siang hari, sore hari atau malam hari..mereka semua liqo subuh hari.bukan krna mereka ingin liqo disubuh hari, tapi disana mereka semua dikejar utk dibunuh,dikejar2,dicelakakan dsb..tapi mereka tidak menyerah..dan antum semua catat...mereka selalu hadir dalam liqonya tepat waktu..tidak ada yang terlambat dan tidak ada alasan utk terlambat

Lalu bagaimana kita di indonesia?..kita masih senang mengumpulkan alasan2 tdk hadir, lbh senang mngumpulkan alasan utk telat datang.
Ikhwah disana..setelah mereka liqo disubuh hari semua bergerak n wajib mendatangi ikhwahnya yg lain.merekrut n mengajak orang lain mendukung jamaah ini..mereka selalu lakukan itu dgn sungguh2 dan setiap liqo berikutnya mereka mutabaah hasilnya...

Lalu bagaimana dgn kita?...kita msh leha2, catatan kita di DPP kaderisasi rekrutmen kita stagnan...

Disana ikhwah kita dikejar2 dan dibunuh..bahkan para anggota qiyadah kita dimesir sdh banyak yg dibunuh,dikejar2,dan akhirnya tdk diketahui lagi rimbanya..skg ini qiyadah kita disana hanya tinggal 9 orang saja...😭😭😭

Lalu bagaimana dgn kita?
Kita ini diundang syuro saja sulit hadir, diminta bergerak saja jarang kita lakukan..ihtiram kita thd struktur kurang...

Akhi fillah..antum skg cuma 2 hari tdk makan enak, survival hanya bermodal golok n korek api..tapi di gaza sana..ikhwah kita berbulan bulan bahkan bertahun2 makan tidak enak..selimut antum masih menggunakan ponco..tapi di palestina sana, anak kecil tidur hanya dgn selimut kardus...

Dimana militansi antum semua???

Skrg ini sudah ada pelatihan fisik dari kaum yang levelnya sudah sampai tahap pembunuh memasuki indonesia...lalu apa yg sdh antum siapkan,jika perintah mukhayam saja antum absen dan izin...

Di gaza sana dan di mesir sana..kondisinya sudah tidak ideal..tapi mereka semua masih semangat untuk bergerak n berkontribusi utk jamaah ini

Lalu bagaimana dgn kontribusi antum?..kita ini kikir sekali mngumpulkan amal dakwah..pada saat kondisi indonesia msh aman2 saja...lalu bagaimana jika indonesia dlm kondisi perang seperti di gaza atau mesir... mungkin antum semua tidak ada yg bisa disiapkan.

MALU AKHI FILLAH
MALU AKHI FILLAH
MALU AKHI FILLAH

Malu kita pada mereka.maka setelah antum semua pulang dari mukhayam ini..antum bangunkan semua ikhwah yg sedang tertidur

Antum bangunkan semua ikhwah yg sdg tertidur
Antum bangunkan mereka
Antum bangunkan yg sdg tidur

Skg ini musuh2 islam sudah mengarahkan sasarannya kpd kita..kita semua akan dikerdilkan dan tdk bisa berkembang. Semua musuh islam skg ini sdg bersatu memerangi kita: israel, nasrani, majusi dll

Lalu apa antum masih saja belum tersadar?
Apa antum masih saja tidak peduli?
Apa antum masih saja ingin diam dgn kenyamanan?

Sementara ikhwah2 kita diluar sana sdg sibuk berperang
Mereka semua sdg sibuk merekrut
Mereka semua disana sangat bersemangat hadir di pembinaan tarbawinya masing2..

Wallahu 'alam
Jzk

Kamis, 14 Mei 2015

Live Your Life

(Dari Broadcast Message)
=========================

🌳📍📍📍📍📍📍📍📍📍
SEBATANG POHON DAPAT MEMBUAT "JUTAAN BATANG KOREK API,"

📍🔥🔥🌳🌳🌳🌳🌳🌳🀊
TAPI SATU BATANG KOREK API JUGA DAPAT MEMBAKAR JUTAAN POHON.

⛔ 🔥🔥✅✅✅✅✅
JADI, SATU PIKIRAN NEGATIF DAPAT MEMBAKAR SEMUA PIKIRAN POSITIF.

📍📍📍📍📍📍💭💭💭
KOREK API MEMPUNYAI KEPALA, TETAPI TIDAK PUNYA OTAK,

📍🔥📍🔥📍🔥📍🔥
OLEH KARENA ITU SETIAP KALI ADA GESEKAN KECIL, SANG KOREK API TERUS TERBAKAR.

🙇🙇🙇💬💬💬
KITA JUGA MEMPUNYAI KEPALA, DAN JUGA OTAK,

🙅🙅😡😡😡
KITA TIDAK PERLU MUDAH TERBAKAR MARAH HANYA KARENA GESEKAN KECIL.

🐧🐧🐧🐧🐧🐧
KETIKA BURUNG HIDUP, IA MAKAN ULAT,

🐛🐛🐛🐛🐛🐛🐛
KETIKA BURUNG MATI, ULAT MAKAN BURUNG.

🕛🕐🕜🕝🕙🕥
WAKTU TERUS BERPUTAR. RODA KEHIDUPAN TERUS BERLAKU...

👎👎👎⬇⬇😔😔😔😔
JANGAN MERENDAHKAN SIAPAPUN DALAM HIDUP, BUKAN KARENA SIAPA MEREKA?
TETAPI KARENA SIAPA DIRI KITA!

☝🕥🕥💪💪💪😥😥
KITA MUNGKIN BERKUASA TAPI TUHAN LEBIH BERKUASA DARIPADA KITA.

✨✨😀😍🙆😍😀✨✨
WAKTU KITA SEDANG BERJAYA, BANYAK TEMAN DI SEKELILING KITA.

🏃🏃🏃💨😰😰😢😢😭😭
WAKTU KITA SUSAH, BARU KITA KENAL SIAPA SAHABAT KITA.

😪😪 🙌 👛💄💅💸💍💎
DAN WAKTU KITA SAKIT, BARU KITA TAHU BAHWA NIKMAT SEHAT ITU SANGAT BERNILAI, JAUH MELEBIHI HARTA.

👴👵😱😱😰😰❗❗
KETIKA KITA TUA, KITA BARU TAHU BAHWA MASIH BANYAK YANG BELUM KITA KERJAKAN.

👤👤👤💀💀👣👣👣
DAN, SETELAH DI AMBANG AJAL, KITA BARU
TAHU BEGITU BANYAK WAKTU YANG TERBUANG SIA-SIA.

🔋🔋💡💡🔋🔋💡💡
HIDUP TIDAKLAH LAMA, SUDAH SAATNYA KITA BERSAMA-SAMA MEMBUAT HIDUP LEBIH BERHARGA.

Minggu, 10 Mei 2015

Tarhib Ramadhan untuk Qiyadah Dakwah

Oleh: Ust. Anis Matta

 
Sekarang kita mulai ramaikan Ramadhan, pasang spanduk Tarhib di seluruh pojok kota dan pelosok desa.

Kita perlu meramaikan Ramadhan agar tumbuh munaakh ta'abbudi yang bisa menjadi "memori spiritual" yang indah bagi anak-anak dan remaja, sekaligus momentum perbaikan dan muhasabah bagi orang dewasa dan orang tua, juga menjadi sarana perekat sosial dalam masyarakat termasuk dengan kalangan non muslim.

Lakukan semua cara yang mungkin untuk itu: Gerakan bersihkan masjid, Parade Tarhib untuk anak-anak dan ibu, Pemasangan lampion di gang-gang dan kampong-kampung, Bazar sembako murah, Berbagai macam lomba, dan seterusnya .. Antum semua lebih tau ..

Ini juga menjadi momentum rekrutmen dan robthul 'am, salah satu yang membuat manusia gampang bertaubat dan kembali ke jalan Allah saat pertengahan umur adalah memori-memori spiritual yang mereka miliki di waktu kecil

Misi politik adalah "menciptakan suasana" yang mendekatkan orang kepada Allah.

Ramadhan harus dijadikan bulan bagi semua orang..termasuk non muslim..

Suasana yang mendekatkan orang kepada agama yang menjadi misi politik untuk menciptakannya adalah kebebasan, akal sehat dan nuansa spiritual.

Kebebasan adalah platform agama..sebab agama adalah pilihan..dan orang hanya memilih dalam keadaan bebas..jd tidak ada syariat sebelum adanya kebebasan..tidak ada syariat yang diterapkan dengan paksaan..

Akal sehat adalah dasar pembebanan (taklif) dalam agama..seseorang hanya bisa diberi beban dalam agama kalau dia berakal..karena gila menghilangkantaklif..wahyu ini diturunkan kepada orang yang berakal..karena itu tidak ada pertentangan antara akal dan wahyu..jadi dengan menghidupkan akal sehat dan rasionalitas di tengah masyarakat kita mendekatkan mereka kepada hakikat agama..

Nuansa spiritual adalah situasi yang dapat membangkitkan fitrah tadayyun dalam diri manusia.. yang ia bawa sejak ruh ditiupkan kedalam dirinya..

Tugas dakwah politik adalah menjaga dan mempertahankan kebebasan dalam sistem demokrasi.. menghidupkan rasionalitas dan menciptakan nuansa spiritual yang kental dalam semua aspek kehidupan..

Pada hakikatnya dakwah adalah kerja untuk merekayasa proses beragama masyarakat هندسة التدين
Kebebasan, rasionalitas dan spiritualitas adalah "lingkungan strategis" yang diperlukan untuk menciptakan proses beragama secara baik..
Ramadhan ini adalah salah satu wasilahnya..

Dimanakah letak "kesejahteraan" dalam mendekatkan orang kepada agama??
Kesejahteraan tidak dengan sendirinya dapat mendekatkan orang kepada agama.. seperti kesejahteraan di Barat yang membuat sebagian besar mereka menjadi atheis..

Tapi kesejahteraan dapat "dimanfaatkan" untuk mendekatkan orang kepada agama..
Kebutuhan fisik pada sebagian besar manusia selalu mendahului kebutuhan spiritualnya..

Setelah kebutuhan fisik adalah kebutuhan psikokologis yaitu kebutuhan akan rasa aman..

Karena itu Allah baru menyuruh manusia menyembahNya setelah "memberi untuk makan yang menghilangkan lapar dan mengamankan untuk dari semua rasa takut"...

Jadi lapar dan takut adalah dua masalah fundamental yang selalu menjadi kendala sebagian besar manusia untuk beragama..
Kebebasan menyelesaikan rasa takut dan kesejahteraan menyelesaikan rasa lapar..

Jadi kesejahteraan bisa menjadi "muqoddimah" yang mengantar orang kepada hakikat agama..
Itu kalau secara politik kita manfaatkan dengan baik.

Dengan begitu kita mengintegrasikan semua pendekatan yang ada dalam psikologi, sosiologi, ekonomi dan politik dalam sebuah kerja dakwah yang berbasis pd pendekatan  هندسة التدين

Secara politik maka musuh agama yang paling besar adalah kezaliman yang menghilangkan kebebasan atau kedikitaatoran.. apapun nama rezim atau sistemnya..

Misi jihad harbi adalah menghilangkan kendala kezaliman atau kedikitaatoran itu.. bukan memaksakan agama..

Secara ekonomi musuh agama adalah kemiskinan..walaupun ia tidak menghilangkan kebebasan tapi ia mengurangi pilihan-pilihan hidup dan moral manusia..karena itu kemiskinan mendekatkan orang kepada kekufuran.. dalam wirid pagi dan petang kita berdoa dilindungi dari kekufuran dan kefakiran..

Secara sosiologis musuh agama adalah kebodohan.. karena kewajiban-kewajiban agama hanya dapat terlaksana dalam masyarakat berpengetahuan..

Secara psikologis beragama adalah fitrah manusia.. maka kita hanya perlu menciptakan "nuansa spiritual" yang dapat membangkitkan fitrah itu dan menjadi dominan dalam dirinya..

Itu pengantar Tarhib Ramadhan untuk para Qiyadah Dakwah..

Kamis, 07 Mei 2015

Akibat Mengambil Uang Ibu Rp 150

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim .. Ada satu kisah nyata yang sangat BERHARGA, diceritakan seorang trainer Kubik Leadership yang bernama Jamil Azzaini di kantor Bea dan Cukai Tipe A Bekasi sekitar akhir tahun 2005. Dalam berceramah agama, beliau menceritakan satu kisah dengan sangat APIK dan membuat air mata pendengar berurai. Berikut ini adalah kisahnya:

Pada akhir tahun 2003, istri saya selama 11 malam tidak bisa tidur. Saya sudah berusaha membantu agar istri saya bisa tidur, dengan membelai, diusap-usap, masih susah tidur juga. Sungguh cobaan yang sangat berat. Akhirnya saya membawa istri saya ke RS Citra Insani yang kebetulan dekat dengan rumah saya. Sudah 3 hari diperiksa tapi dokter tidak menemukan penyakit istri saya. 

Kemudian saya pindahkan istri saya ke RS Azra, Bogor. Selama berada di RS Azra, istri saya badannya panas dan selalu kehausan. Setelah dirawat 3 bulan di RS Azra, penyakit istri saya belum juga diketahui penyakitnya.

Akhirnya saya putuskan untuk pindah ke RS Harapan Mereka di Jakarta dan langsung di rawat di ruang ICU. Satu malam berada di ruang ICU pada waktu itu senilai Rp 2,5 juta. Badan istri saya –maaf- tidak memakai sehelai pakaian pun. Dengan ditutupi kain, badan istri saya penuh dengan kabel yang disambungkan ke monitor untuk mengetahui keadaan istri saya. Selama 3 minggu penyakit istri saya belum bisa teridentifikasi, tidak diketahui penyakit apa sebenarnya.

Kemudian pada minggu ke-tiga, seorang dokter yang menangani istri saya menemui saya dan bertanya,

“Pak Jamil, kami minta izin kepada pak Jamil untuk mengganti obat istri bapak.”

“Dok, kenapa hari ini dokter minta izin kepada saya, padahal setiap hari saya memang gonta-ganti mencari obat untuk istri saya, lalu kenapa hari ini dokter minta izin ?”

“Ini beda pak Jamil. Obatnya lebih mahal dan obat ini nantinya disuntikkan ke istri bapak.”

“Berapa harganya dok?”

“Obat untuk satu kali suntik 12 juta pak.”

“Satu hari berapa kali suntik dok?”

“Sehari 3 kali suntik.”

“Berarti sehari 36 juta dok?”

“Iya pak Jamil.”

“Dok, 36 juta bagi saya itu besar sedangkan tabungan saya sekarang hampir habis untuk menyembuhkan istri saya. Tolong dok, periksa istri saya sekali lagi. Tolong temukan penyakit istri saya dok.”

“Pak Jamil, kami juga sudah berusaha namun kami belum menemukan penyakit istri bapak. Kami sudah mendatangkan perlengkapan dari RS Cipto dan banyak laboratorium namun penyakit istri bapak tidak ketahuan.”

“Tolong dok…., coba dokter periksa sekali lagi. Dokter yang memeriksa dan saya akan berdoa kepada Rabb saya. Tolong dok dicari”

“Pak Jamil, janji ya kalau setelah pemeriksaan ini kami tidak juga menemukan penyakit istri bapak, maka dengan terpaksa kami akan mengganti obatnya.” Kemudian dokter memeriksa lagi.

“Iya dok.”

Setelah itu saya pergi ke mushola untuk shalat dhuha dua raka’at. Selesai shalat dhuha, saya berdoa dengan menengadahkan tangan memohon kepada Allah, -setelah memuji Allah dan bershalawat kepada Rasululloh,

“Ya Allah, ya Tuhanku….., gerangan maksiat apa yang aku lakukan. Gerangan energi negatif apa yang aku lakukan sehingga engkau menguji aku dengan penyakit istriku yang tak kunjung sembuh. Ya Allah, aku sudah lelah. Tunjukkanlah kepadaku ya Allah, gerangan energi negatif apakah yang aku lakukan sehingga istriku sakit tak kunjung sembuh ? sembuhkanlah istriku ya Allah. Bagimu amat mudah menyembuhkan penyakit istriku semudah Engkau mengatur Milyaran planet di muka bumi ini ya Allah.”

Kemudian secara tiba-tiba ketika saya berdoa, “Ya Allah, gerangan maksiat apa yang pernah aku lakukan? Gerangan energi negatif apa yang aku lakukan sehingga aku diuji dengan penyakit istriku tak kunjung sembuh?” saya teringat kejadian berpuluh-puluh tahun yang lalu, yaitu ketika saya mengambil uang ibu sebanyak Rp150,-.

Dulu, ketika kelas 6 SD, SPP saya menunggak 3 bulan. Pada waktu itu SPP bulanannya adalah Rp 25,. Setiap pagi wali kelas memanggil dan menanyakan saya, “JaMil, kapan membayar SPP ? JaMil, kapan membayar SPP ? JaMil, kapan membayar SPP ?” Malu saya. Dan ketika waktu istrirahat saya pulang dari sekolah, saya menemukan ada uang Rp150, di bawah bantal ibu saya. Saya mengambilnya. Rp75,- untuk membayar SPP dan Rp75,- saya gunakan untuk jajan.

Saya kemudian bertanya, kenapa ketika berdoa, “Ya Allah, gerangan maksiat apa? Gerangan energi negatif apa yang aku lakukan sehingga penyakit istriku tak kunjung sembuh?” saya diingatkan dengan kejadian kelas 6 SD dulu ketika saya mengambil uang ibu. Padahal saya hampir tidak lagi mengingatnya ??. Maka saya berkesimpulan mungkin ini petunjuk dari Allah. Mungkin inilah yang menyebabkan istri saya sakit tak kunjung sembuh dan tabungan saya hampir habis. Setelah itu saya menelpon ibu saya,

“Assalamu’alaikum Ma…”

“Wa’alaikumus salam Mil….” Jawab ibu saya.

“Bagaimana kabarnya Ma ?”

“Ibu baik-baik saja Mil.”

“Trus, bagaimana kabarnya anak-anak Ma ?”

“Mil, mama jauh-jauh dari Lampung ke Bogor untuk menjaga anak-anakmu. Sudah kamu tidak usah memikirkan anak-anakmu, kamu cukup memikirkan istrimu saja. Bagaimana kabar istrimu Mil, bagaimana kabar Ria nak ?” –dengan suara terbata-bata dan menahan sesenggukan isak tangisnya-.

“Belum sembuh Ma.”

“Yang sabar ya Mil.”

Setelah lama berbincang sana-sini –dengan menyeka butiran air mata yang keluar-, saya bertanya, “Ma…, Mama masih ingat kejadian beberapa tahun yang lalu ?”

“Yang mana Mil ?”

“Kejadian ketika Mama kehilangan uang Rp150,- yang tersimpan di bawah bantal ?”

Kemudian di balik ujung telephon yang nun jauh di sana, Mama berteriak, (ini yang membuat bulu roma saya merinding setiap kali mengingatnya)

“Mil, sampai Mama meninggal, Mama tidak akan melupakannya.” (suara mama semakin pilu dan menyayat hati),

“Gara-gara uang itu hilang, mama dicaci-maki di depan banyak orang. Gara-gara uang itu hilang mama dihina dan direndahkan di depan banyak orang. Pada waktu itu mama punya hutang sama orang kaya di kampung kita Mil. Uang itu sudah siap dan mama simpan di bawah bantal namun ketika mama pulang, uang itu sudah tidak ada. Mama memberanikan diri mendatangi orang kaya itu, dan memohon maaf karena uang yang sudah mama siapkan hilang. 

Mendengar alasan mama, orang itu merendahkan mama Mil. Orang itu mencaci-maki mama Mil. Orang itu menghina mama Mil, padahal di situ banyak orang. ...rasanya Mil. Mamamu direndahkan di depan banyak orang padahal bapakmu pada waktu itu guru ngaji di kampung kita Mil tetapi mama dihinakan di depan banyak orang. SAKIT.... SAKIT... SAKIT rasanya.”

Dengan suara sedu sedan setelah membayangkan dan mendengar penderitaan dan sakit hati yang dialami mama pada waktu itu, saya bertanya, “Mama tahu siapa yang mengambil uang itu ?”

“Tidak tahu Mil…Mama tidak tahu.”

Maka dengan mengakui semua kesalahan, saya menjawab dengan suara serak,

“Ma, yang mengambil uang itu saya Ma….., maka melalui telphon ini saya memohon keikhlasan Mama. Ma, tolong maafkan Jamil Ma…., Jamil berjanji nanti kalau bertemu sama Mama, Jamil akan sungkem sama mama. Maafkan saya Ma, maafkan saya….”

Kembali terdengar suara jeritan dari ujung telephon sana,
“Astaghfirullahal ‘Azhim….. Astaghfirullahal ‘Azhim….. Astaghfirullahal ‘Azhim…..Ya Allah ya Tuhanku, aku maafkan orang yang mengambil uangku karena ia adalah putraku. Maafkanlah dia ya Allah, ridhailah dia ya Rahman, ampunilah dia ya Allah.”

“Ma, benar mama sudah memaafkan saya ?”

“Mil, bukan kamu yang harus meminta maaf. Mama yang seharusnya minta maaf sama kamu Mil karena terlalu lama mama memendam dendam ini. Mama tidak tahu kalau yang mengambil uang itu adalah kamu Mil.”

“Ma, tolong maafkan saya Ma. Maafkan saya Ma?”

“Mil, sudah lupakan semuanya. Semua kesalahanmu telah saya maafkan, termasuk mengambil uang itu.”

“Ma, tolong iringi dengan doa untuk istri saya Ma agar cepat sembuh.”

“Ya Allah, ya Tuhanku….pada hari ini aku telah memaafkan kesalahan orang yang mengambil uangku karena ia adalah putraku. Dan juga semua kesalahan-kesalahannya yang lain. Ya Allah, sembuhkanlah penyakit menantu dan istri putraku ya Allah.”

Setelah itu, saya tutup telephon dengan mengucapkan terima kasih kepada mama. Dan itu selesai pada pukul 10.00 wib, dan pada pukul 11.45 wib seorang dokter mendatangi saya sembari berkata,

“Selamat pak Jamil. Penyakit istri bapak sudah ketahuan.”

“Apa dok?”

“Infeksi prankreas.”

Saya terus memeluk dokter tersebut dengan berlinang air mata kebahagiaan, “Terima kasih dokter, terima kasih dokter. Terima kasih, terima kasih dok.”

Selesai memeluk, dokter itu berkata, “Pak Jamil, kalau boleh jujur, sebenarnya pemeriksaan yang kami lakukan sama dengan sebelumnya. Namun pada hari ini terjadi keajaiban, istri bapak terkena infeksi prankreas. Dan kami meminta izin kepada pak Jamil untuk mengoperasi cesar istri bapak terlebih dahulu mengeluarkan janin yang sudah berusia 8 bulan. Setelah itu baru kita operasi agar lebih mudah.”

Setelah selesai, dan saya pastikan istri dan anak saya selamat, saya kembali ke Bogor untuk sungkem kepada mama bersimpuh meminta maaf kepadanya, “Terima kasih Ma…., terima kasih Ma.”

Namun…., itulah hebatnya seorang ibu. Saya yang bersalah namun justru mama yang meminta maaf. “Bukan kamu yang harus meminta maaf Mil, Mama yang seharusnya minta maaf.”

Sahabat ... Sungguh benar sabda Rasulullaah shalallaahu ’alaihi wa sallam :

"Ridho Allah tergantung kepada keridhoan orang tua dan murka Allah tergantung kepada kemurkaan orang tua" (HR Bukhori, Ibnu Hibban, Tirmidzi, Hakim)

"Ada tiga orang yang tidak ditolak doa mereka: orang yang berpuasa sampai dia berbuka, seorang penguasa yang adil, dan doa orang yang teraniaya. Doa mereka diangkat Allah ke atas awan dan dibukakan baginya pintu langit dan Allah bertitah, 'Demi keperkasaan-Ku, Aku akan memenangkanmu (menolongmu) meskipun tidak segera." (HR. Attirmidzi)

Kita dapat mengambil HIKMAH bahwa:

Bila kita seorang anak ...

Janganlah sekali-kali membuat marah orang tua, karena murka mereka akan membuat murka Allah subhanahu wa ta’ala. Dan bila kita ingin selalu diridloi-Nya maka buatlah selalu orang tua kita ridlo kepada kita.

Jangan sampai kita berbuat zholim atau aniaya kepada orang lain, apalagi kepada kedua orang tua, karena doa orang teraniaya itu terkabul.

Bila kita sebagai orang tua ...

Berhati-hatilah pada waktu marah kepada anak, karena kemarahan kita dan ucapan kita akan dikabulkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala, dan kadang penyesalan adalah ujungnya.

Doa orang tua adalah makbul, bila kita marah kepada Anak, Berdoalah untuk kebaikan anak-anak kita, maafkanlah mereka.

Semoga kita di karuniai anak keturunan yang shaleh dan shalehah, yang pintar dan kreatif dan menjadi kebanggaan kita dalam kebaikan. Aamiin Yaa Rabbal 'Aalamiin

Selasa, 05 Mei 2015

Cicak-Cicak di Dinding

Masih ingat lagu "Cicak-cicak di Dinding?"
---

Seandainya kita adalah seekor cicak, mungkin sejak dulu sudah berteriak, "Ya Allah, Kau salah rancang dan keliru cetak!"

Sebab cicak binatang dgn kemampuan trbatas, hanya bisa merayap meniti dinding.
Sedangkan makanannya, adalah yg memiliki sayap dan mampu terbang kemana-mana.

Masih ingat dgn lagu kecil kita? "Cicak-cicak di dinding"

Tugas cicak mmg hanya berikhtiar sejauh kemampuan.
Persoalan rizqi, Allah-lah yang beri jaminan.

Kewajiban cicak hanya diam-diam merayap, bukan mencari dgn garang atau menerjang dgn terbang.

"Datang seekor nyamuk"

Allah Yang Maha Pencipta, tiada cacat dlm ciptaanNya, Maha Memberi Rizqi, Dia tak mungkin bebani hambaNya lampaui kemampuannya.

"Datang seekor nyamuk"

Allah yang datangkan rizqi itu. Diam-diam merayap VS perjalanan nyamuk. Bebas nyamuk terbang kemanapun jua, namun Allah dekatkan sedekatdekatnya.

"Sesungguhnya rizqi memburu hamba, lebih banyak dr kejaran ajal trhadapnya"
(HR.Ath-Thabrani; Ibn Hibban)

"Boleh jadi kau tak tahu di mana rizqimu, tetapi rizqimu tahu dimana dirimu" (Al-Ghazali)

"Lapis-lapis Keberkahan; Salim A.Fillah"