Rabu, 29 April 2015

Ungkapan Sederhana Untuk Istri

Oleh Ust. faudzil adhim

Bila malam sudah beranjak mendapati subuh, bangunlah sejenak. Lihatlah istri anda yang sedang terbaring letih menemani bayi anda. Tataplah wajahnya yang masih dipenuhi oleh gurat-gurat kepenatan karena seharian ini badannya tak menemukan kesempatan untuk istirahat barang sekejap. Kalau saja tak ada air wudhu yang membasahi wajah itu setiap hari, barangkali sisa-sisa kecantikannya sudah tak ada lagi.

Sesudahnya, bayangkanlah tentang esok hari. Di saat anda sudah bisa merasakan betapa segar udara pagi, tubuh letih istri anda barangkali belum benar-benar menemukan kesegarannya. Sementara anak-anak sebentar lagi akan meminta perhatian bundanya, membisingkan telinganya dengan tangis serta membasahi pakaiannya dengan pipis tak habis-habis. Baru berganti pakaian, sudah dibasahi pipis lagi. Padahal tangan istri anda pula yang harus mencucinya.

Di saat seperti itu, apakah yang anda pikirkan tentang dia?

Masihkan anda memimpikan tentang seorang yang akan senantiasa berbicara lembut kepada anak-anaknya seperti kisah dari negeri dongeng sementara di saat yang sama anda menuntut dia untuk menjadi istri yang penuh perhatian, santun dalam berbicara, lulus dalam  memilih setiap kata serta tulus dalam menjalani tugasnya sebagai istri, termasuk dalam  menjalani apa yang sesungguhnya bukan kewajiban istri tetapi dianggap sebagai kewajibannya.

Sekali lagi, masihkan anda sampai hati mendambakan tentang seorang perempuan yang sempurna, yang selalu berlaku halus dan lembut? Tentu saja saya tidak tengah mengajak anda membiarkan istri membentak anak-anak dengan mata membelalak. Tidak. Saya hanya ingin mengajak anda melihat bahwa tatkala tubuhnya amat letih, sementara suami tak pernah menyapa jiwanya, maka amat wajar kalau ia tak sabar.

Begitu pula manakala matanya yang mengantuk tak kunjung memperoleh kesempatan untuk tidur nyenyak sejenak, maka ketegangan emosinya akan menanjak. Di saat itulah  jarinya yang lentik bisa tiba-tiba membuat anak menjerit karena cubitannya yang bikin sakit.

Apa artinya? Benar, seorang istri shalihah memang tak boleh bermanja-manja secara kekanak-kanakan, apalagi sampai cengeng. Tetapi istri shalihah tetaplah manusia yang membutuhkan penerimaan. Ia juga butuh diakui, meski tak pernah meminta kepada anda.

Sementara gejolak-gejolak jiwa memenuhi dada, butuh telinga yang mau mendengar. Kalau kegelisahan jiwanya tak pernah menemukan muaranya berupa kesediaan utuk mendengar, atau ia tak pernah anda akui keberadaannya, maka jangan pernah menyalahkan siapa-siapa kecuali dirimu sendiri jika ia tiba-tiba meledak.

Jangankan istri anda yang suaminya tidak terlalu istimewa, istri Nabi pun pernah mengalami situasi-situasi yang penuh ledakan, meski yang membuatnya meledak-ledak bukan karena Nabi Shallallahu ‘Alayhi wa Sallam tak mau mendengarkan, melainkan semata karena dibakar api kecemburuan. Ketika itu, Nabi Shallallahu ‘Alayhi wa Sallam hanya diam menghadapi ‘Aisyah yang sedang cemburu seraya memintanya untuk mengganti mangkok yang dipecahkan.

Ketika menginginkan ibu anak-anak anda selalu lembut dalam mengasuh, maka bukan hanya nasehat yang perlu anda berikan. Ada yang lain. Ada kehangatan yang perlu anda berikan agar hatinya tidak dingin,apalagi beku, dalam menghadapi anak-anak setiap hari. Ada penerimaan yang perlu kita tunjukkan agar anak-anak itu tetap menemukan bundanya sebagai tempat untuk memperoleh kedamaian, cinta dan kasih sayang.

Ada ketulusan yang harus anda usapkan kepada perasaan dan pikirannya, agar ia masih tetap mememilki energi untuk tersenyum kepada anak-anak anda, sepenat apapun ia.

Ada lagi yang lain : PENGAKUAN. Meski ia tak pernah menuntut, tetapi mestikah anda menunggu sampai mukanya berkerut-kerut?

Karenanya, anda kembali ke bagian awal tulisan ini. Ketika perjalanan waktu melewati tengah malam, pandanglah istri anda yang terbaring letih itu, lalu pikirkanlah sejenak, tak adakah yang bisa anda lakukan sekedar mengucapkan terima kasih atau menyatakan sayang? Bisa dengan kata yang berbunga-bunga, bisa tanpa kata. Dan sungguh, lihatlah betapa banyak cara untuk menyatakannya. Tubuh yang letih itu, alangkah bersemangatnya jika di saat bangun nanti ada secangkir minuman hangat yang diseduh dengan dua sendok teh gula dan satu cangkir cinta.

Sampaikan kepadanya ketika matanya telah terbuka,“Ada secangkir minuman hangat untuk istriku. Perlukah aku hantarkan untuk itu?“

Sulit melakukan ini? Ada cara lain yang bisa anda lakukan. Mungkin sekedar membantunya meyiapkan sarapan pagi untuk anak-anak, mungkin juga dengan tindakan-tindakan lain, asal tak salah niat kita. Kalau anda terlibat dengan pekerjaan di dapur, memandikan anak, atau menyuapi si mungil sebelum mengantarkannya ke TK, itu bukan karena gender-friendly; tetapi semata karena mencari ridha Allah, sebab selain niat ikhlas karena Allah, tak ada artinya apa yang anda lakukan.

Anda tidak akan mendapati amal-amal anda saat berjumpa dengan Allah di yaumil-qiyamah. Alaakullihal, apa yang ingin anda lakukan, terserah anda. Yang jelas, ada  pengakuan untuknya, baik lewat ucapan terima kasih atau tindakan yang menunjukkan bahwa dialah yang terkasih. Semoga dengan kerelaan anda untuk menyatakan terima kasih, tak ada airmata duka yang menetes baginya, tak ada lagi istri yang berlari menelungkupkan wajah di atas bantal karena merasa tak didengar. Dan semoga pula dengan perhatian yang anda berikan lepadanya, kelak istri anda akan berkata tentang anda sebagaimana Bunda ‘Aisyah RA berucap tentang suaminya, Rasulullah Shallallahu ‘Alayhi wa Sallam, ”Ah, semua perilakunya menakjubkan bagiku”.

Sesudah engkau puas memandangi istrimu yang terbaring letih, sesudah engkau perhatikan gurat-gurat penat di wajahnya, maka biarkanlah ia sejenak untuk meneruskan istirahatnya. Hembusan udara dingin yang mungkin bisa mengusik tidurnya, tahanlah dengan sehelai selimut untuknya.

Hamparkanlah ke tubuh istrimu dengan kasih sayang dan cinta yang tak lekang oleh perubahan. Semoga engkau termasuk laki-laki yang mulia, sebab tidak memuliakan wanita kecuali laki-laki yang mulia.

Sesudahnya, kembalilah ke munajat dan tafakkurmu. Marilah anda ingat kembali ketika Rasulullah Shallallahu ‘Alayhi wa Sallam berpesan tentang istri. “Wahai manusia, sesungguhnya istri kalian mempunyai hak atas kalian sebagaimana kalian mempunyai hak atas mereka. Ketahuilah…,” kata Rasulullah Shallallahu ‘Alayhi wa Sallam melanjutkan, ”kalian mengambil wanita itu sebagai amanah dari Allah, dan kalian halalkan kehormatan mereka. Takutlah kepada Allah dalam mengurusi istri kalian. Aku wasiatkan atas kalian untuk selalu berbuat baik.”

Anda telah mengambil istri anda sebagai amanah dari Allah. Kelak anda harus melaporkan kepada Allah Ta’ala bagaimana anda menunaikan amanah dari-Nya. Apakah anda mengabaikannya sehingga guratan-guratan dengan cepat menggerogoti wajahnya, jauh awal dari usia yang sebenarnya? Ataukah, anda sempat tercatat selalu berbuat baik untuk istri.

Semoga anda memberi ungkapan yang lebih agung untuk istri anda.

Selasa, 28 April 2015

MHMMD

Materi pelatihan terbagi atas tiga pengantar yang diikuti oleh materi inti yang dibagi atas 12 langkah yang dikelompokkan dalam 4 Etape. Materi pelatihan merupakan rangkaian yang berurutan dan saling melengkapi antara etape pertama, kedua,ketiga dan keempat. Diharapkan peserta mengikuti seluruh rangkaian acara secara utuh agar supaya bisa mendapatkan manfaat secara optimal dan berdaya guna.

Materi Pelatihan

Menjelaskan tentang Tujuan HIDUP di muka bumi, yaitu untuk Mengangungkan Tuhan (Glorifying God) sesuai keyakinan kita masing-masing dan Memakmurkan Kehidupan di Bumi (Enriching Life) sesuai dengan potensi kita masing-masing. Setiap orang dibekali dengan potensi unik sehingga tiap-tiap kita bukan hanya berhak tapi bahkan wajib untuk sukses untuk mengaktualisasikan potensi yang diberikan Tuhan kepada masing-masing kita. Dilanjutkan dengan penyadaran bahwa setiap nafas adalah anugerah yang harus disyukuri dan setiap detik adalah amanah yang harus di tunaikan. Dan bahwa berbagai perbedaan yang kita miliki, justru membuat kita harus saling mengenal, saling mencintai, saling menghargai dan saling membantu dan mengikuti rencana dan tatanan Tuhan menciptakan kita dan semesta ciptaan-Nya.

Tentang betapa Indonesia negara besar, dengan luas setara dengan 50 negara bagian Amerika, dan 27 negara Uni Eropa dan memiliki potensi SDM, SDA, SDP yang merupakan anugerah Tuhan Yang Maha Esa yang harus kita syukuri. Dan mengingatkan bahwa negeri ini memiliki tiga kemungkinan di masa depan: Bangkrut (kemiskinan, korupsi, kekerasan, pornografi, narkoba, karakter buruk dibiarkan; Bubar (jika ketimpangan diteruskan); tapi kita berharap akan Bangkit (memimpin peradaban bukan hanya di Asia tapi dunia). Berbagai ironi sebagai negara kaya yang masih banyak orang miskin, negeri subur tapi masih banyak kelaparan dimunculkan. Juga diingatkan tentang peran strategis mindset, pola pikir, karakter dan sikap positif dalam kemajuan bangsa ditampilkan. Disertai dengan fakta dan argumen pendukung disertai dengan motivasi untuk berkontribusi mewujudkan Nusantara Jaya 2045. Seratus tahun Indonesia Merdeka, Nusantara bangkit menjadi salah satu pemimpin peradaban bukan hanya di Asia tapi dunia.

Setelah menyamakan frekuensi dan mindset peserta tentang hakekat penciptaannya sebagai manusia dan sebagai warga negara Indonesia sehingga memunculkan kepedulian semangat nasionalisme sebagai bangsa Indonesia. Setelah itu dijelaskan tentang perlunya mengubah mindset: menjadi semakin positif, hidup berencana, demokratis, egaliter, memiliki hidup seimbang: spiritual, emosional, adversity dan intelektual (SQ, EQ, AQ dan IQ). Dan bahwa MASA DEPAN harus Selamat, Bahagia, Sukses dan Mulia (SBSM) dengan selalu mengangungkan Tuhan dan bertekad menghasilkan manfaat sebanyak-banyaknya kepada manusia dan mahkluk lain di muka bumi.

Pada etape ini, setiap peserta diajak untuk mengenal potensi diri sebagai salah satu keterampilan paling mendasar. Hanya dengan mengenal potensi diri yang dianugerahkan Tuhan kepada tiap manusia seseorang dapat berfikir positif memandang dirinya, keluarga, orang lain, lingkungan dan bangsanya. Dengan metode renungan, peserta diajak untuk memotret potensi diri dengan cara melihat bakat, minat, pengalaman, pendidikan, sifat dasar yang dimiliki lalu melakukan napak tilas ke masa lalu, memotret masa kini, dan menyusun impian masa depan.

Setelah mengenal potensi diri maka setiap peserta diajak untuk melihat betapa berlimpahnya peluang yang tersedia baik berdasarkan bidang maupun wilayah. Setiap peluang seharusnya dilihat sebagai kesempatan untuk mengabdi, beribadah dan mengagungkan Tuhan dan sekaligus kesempatan untuk membuat hidup di bumi lebih indah, lebih mudah, lebih baik karena kontribusi kita. Peserta diajak untuk menyadari bahwa bumi Allah luas, dan bahwa Indonesia dengan ± 75.000 desa, 6091 kecamatan, 475 Kabupaten/kota, 33 Provinsi adalah peluang wilayah terbuka untuk kita berkiprah.

Setelah menyadari tentang potensi diri dan peluang yang tersedia, peserta diingatkan tentang perlunya fokus, menyusun rencana dan mengurai langkah demi langkah untuk mencapai target. Mereka difasilitasi untuk menuliskan, berbagi dan menvisualisasikan cita-cita dan target spesifik secara detil.

Langkah puncak pada pelatihan adalah ketika peserta diminta menulis PETA HIDUP. Mereka diajak untuk membuat ”grand design” atau ”blue-print” perjalanan hidup masing-masing dimulai dengan masa kini, lalu melangkah mundur melihat dari mana mereka di masa lalu, untuk kemudian diajak menyusun peta navigasi perjalanan hidup di masa depan, sampai usia 70 tahun. Setelah itu peserta dilatih untuk melakukan manajemen waktu dengan menyusun rencana 5 tahunan, tahunan, bulanan, mingguan dan harian. Terakhir dijelaskan tentang perlunya role model ata tokoh teladan.

Pada setiap langkah dan etape ini dijelaskan tentang Golden Karakter yang diperlukan untuk sukses terutama sikap Jujur, Disiplin, Cerdas, Peduli, serta dilakukan bebagai pembiasaan ibadah dan pembiasaan untuk memberi Salam, Senyum, Sapa dan selalui siap untuk berbagi, saling mendukung dan memotivasi.

Jurus Sakti UKM

By Zaky (bukalapak)

.Dream/Passion

.Fokus

.Target > Benchmark: prestasi, cara, teknologi

.Team: personality, competence, bond

.Competitive Advantage

Teknik Negosiasi Bisnis

Salah satu materi yg dibahas (sebetulnya ada banyak Teknik, tp yg paling umum dipake cm 8). Ini ringkasan materi buat temen2 yg ga sempet hadir pas acara Wirausaha Muda Pemula Cirebon (sekolah wirausaha yg 100% gratis tis tis). Selain kmrn kita sempet bikin simulasi/ contoh kasus,  praktek langsung ilmu negosiasi, cara menggali informasi, sampe cara duduk, cara bicara, apa yg boleh dan tdk boleh dilakukan dlm negosisasi, dll

1. Teknik Good Cop / Bad Cop
Teknik ini adalah teknik paling dasar dg menampilkan tokoh baik dan tokoh jahat.
Ex. Tokoh jahat akan berbuat onar dan meninggalkan negosiasi, sedang tokoh baik akan datang dan menawarkan jalan keluar.

2. Teknik Lowball / Highball
Memberikan penawaran yg jauh di atas / di bawah yg seharusnya. Namun kalau terlalu extreme, teknik ini dapat menyebabkan orang langsung lari meninggalkan negosiasi
Ex. Harga barang 10jt, kita menawar 1jt. Langsung dilempar kalkulator dech sm penjualnya. hihihi

3. Teknik Bogey
Teknik negosiasi yg menggunakan issue / hal2 yg tdk penting menjadi isu/ hal yg penting. Isue yg tidak penting ini dapat ditukar dgn isue /hal2 yg penting atau bernilai.
Ex. Kita bilang tdk suka bentuknya, ga cocok warnanya, terlalu besar/ kecil, dll. Atau bisa jg dg pura2 tersinggung dg ucapan lawan dan membuat lawan merasa bersalah.

4. Teknik Nibble
Teknik menawar barang yg sudah ditawar. Meminta tambahan hal2 kecil yg mendekatkan dg goal kita.
Ex. Kita sdh menawar rumah ketika hampir jadi, kita minta biaya pajak2 ditanggung, minta tambahan furniture/ Ac, bonus. dll

5. Teknik Intimidation / Bully
Teknik Intimidasi ini digunakan utk negosiasi yg berat sebelah. Memainkan emosi dg membuat rasa takut, merasa terancam dan bersalah. dll sehingga lawan mengambil keputusan secara tidak objective.
Ex. Mengirimkan org yg mengganggu, meneror, membuat tidak nyaman, dll. Atau bias juga dg menyatakan bahwa kita punya beberapa alternative lain, kl lawan tdk bersedia dg kita.

6. Teknik Aggressive Behavior
Teknik ini serupa dg teknik intimidasi namun lebih menekan. Teknik ini banyak digunakan utk negosiasi yg cepat dan efektif. Memaksa lawan untuk segera mengambil keputusan. Menawarkan harga terbaik yg bisa dia berikan pd awal2 negosiasi. Termasuk did lm nya adlh teknik  “take-it-or-leave-it”
Ex. Langsung datang menawar harga mati nya, minta besok harus deal. Kemudian kita memberikan penawaran terakhir. Mengirim orang2 bayangan yg menawar dg lebih buruk dari tawaran kita, dll

7. Teknik Wolf in Sheep clothing
Disebut sbg serigala berbulu domba, yaitu teknik negosiasi yg menggunakan penyamaran sehingga kita seolah2 sama sepaham/ segolongan /sepandangan dg lawan kita.
Ex. Kita berpura2 sehobby dg lawan, kita bersahabat dg saudara/ sahabat2 dia, memiliki guru spiritual yg sama, dll

8. Teknik Snow Job
Atau biasa disebut dg hujan informasi. Informasi yg salah dapat membuat keputusan yg salah. Taknik ini biasanya melibatkan orang ketiga / perantara /penghubung / maklar /informan palsu yang meyebabkan lawan menjadi terpengaruh / salah dalam mengambil keputusan. Biasanya saya menyebut teknik ini sbg teknik Suntikan anjing gila.
Ex. Cukup jelas hehehee

Semoga bermanfaat

Rgds,
Frans Pekasa

Youth Program 2015 #1

1. Osaka Invitational Program in Japan for Short-Term Overseas Trainees in Architecture & Arts
Deadline : 18 Mei 2015
Osaka, Jepang. 25 Sept - 23 Okt 2015
Fully Funded !!
Cek ke sini yaa...
http://www.ofix.or.jp/english/training/aprogram/overview.html

2. Open Call for Participation
World Youth Foundation. International Workshop on Climate Change "Youth Action on Climate Change"
21-24 Mei 2015. Melaka, Malaysia
mangga di cek kat sini ye http://cc.wyf.org.my/index.php/call-for-participation

3. Ayo yang mau ke Thailand
Call for Applications!!
Global Peace On The Move Fellowship 2015 in Thailand
Deadline: June 15, 2015
Date: October 13 – 26, 2015.
Type: Partially Funded.
https://peacerevolution.net/docs/en/peace-revolution-fellowship-for-youth

4. Nudge Global Leadership Challenge 2015
Netherlands.
20-22 November 2015,
deadline 15 July 2015
cek info http://nudge-global-leadership-challenge.com/
fully funded!

Building Service Culture (Marketeer Seminar)

Service Culture -> Service Champion

Culture: WOW! SERVICE (Give More!)

"Philosophy-Tools-Empowerment"

Create Shared Values!

Key lessons :
1.Make it unique
2. Use specific-similar language
3. Build tools & environment
4. Recruit right person
5. Supportive environment
6. Define role model
7. Award & recognition
8.Listen to customers

Maintenance Tools (3)

Oleh : Ani Ch, penulis buku & praktisi pendidikan keluarga

Kamis, 16 April 2015

Maintainance Tools (Part 3)

🚲🚲🚗🚗🎷🎷🎹🎹🏀🏀

Saya dulu pernah punya murid, penggemar sepeda...dan semua tabungannya disimpan, dikumpulkan hanya utk modif sepeda gunungnya...

Saya punya kenalan, cinta sekali sama mobil pertamanya...dan walaupun reyot & tdk bisa dipake, masih dipajangnya di samping rumah, tak pernah pindah, tak pernah pergi, juga tak akan dijual, apalagi dirombeng sebagai besi tua.

Ada seorang anak yg sanga gila dg saxophone, dia seringkali begadang utk memainkannya, sampai bertengkar dg ayahnya krn terasa mengganggu org tidur, akhirnya dia tetep main di halaman belakang rumah, tengah malam.

🚲🚲🚗🚗🎷🎷🎹🎹🏀🏀

Teman, banyak sekali orang memiliki benda kesayangan..dan pengelolaan benda kesayangannya ini memang beda...namanya juga kesayangan..spesial dong..

Tapi, hukum bahwa segala sesuatu yg berlebihan itu tidak baik akan tetap berlaku, oleh karena itu ini perlu jadi perhatian penting..

Anak2 perlu dilatih mengelola barang2 dg cara yg tepat, agar ketika besar tdk memiliki kebiasaan2 yg mengganggu, baik dirinya sendiri maupun orang lain. Nah, kita sebut saja, pembiasaan kali ini adalah Manajemen Benda Kesayangan.

✏✏💼💼👒👒👟👟🍛🍛

Anak2 sangat mudah punya benda kesayangan, karena inilah fase terbentuknya 'rasa kepemilikan'. Ada yg punya pensil kesayangan, klo gak ada dicari kemana2, gak mulai mulai belajar jika tdk dg pensil yg itu. Ada yg punya tas atau sepatu kesayangan, walaupun sudah butut, tdk mau diganti yg baru, sampai dipaksa2, tdk mau juga. Bahkan ada yg punya piring kesayangan, cma dia yg boleh pakai, org lain nggak boleh menggunakannya.

Teman, aspek pertama yg bisa kita latihkan dlm proses Manajamen Benda Kesayangan adalah  tanggung jawab untuk 'maintain', menjaga & merawat. Benda kesayangan, jadi mediator yg efektif utk terbentuknya tanggung jawab ini..

"Orang yg punya benda berharga, akan menjaga & merawatnya, jika tdk mau menjaga dan merawatnya" adalah pesan yg perlu disampaikan.

Secara teknis, anak2 perlu didampingi utk menjaga kebersihannya, berhati2 agar tdk rusak, memperbaiki jika ada kerusakan, berhati2 ketika membawa & menyimpan dg baik agar tidak hilang, memastikaan keamanan agar tdk diambil/dicuri orang. Prinsip pelatihan kemandirian fisik berlaku ya..RUTIN & TERBIASA...maka benih2 karakter akan tumbuh di sela2 aktivitas ini.

Jika ini adalah simulasi utk melatih tanggung jawab anak thd segala sesuatu yg disayanginya...bayangkan betapa luar biasa dampaknya. Saat usia anak bertambah, dia akan terbiasa menjaga benda dan juga org yg disayanginya, dia akan berhati2 agar hubungan tdk rusak, akan mencari solusi jika ada masalah, akan menjaganya agar aman. Sebuah rangkaian karakter yg sangat dibutuhkan bagi siapa saja yg akan membangun keluarga.

✏✏💼💼👒👒👟👟🍛🍛

Aspek kedua dari Manajemen Benda Kesayangan yg perlu kita latihkan adalah pengendalian diri.

Anak2 bisa jadi akan mau mengorbankan apapun utk mendapat atau mempertahankan benda kesayangan, begitu pula jika ada kejadian kerusakan atau kehilanan benda kesayangan, muncullah reaksi atau respon berlebihan yg mengganggu orang lain.

Pernah tahu, ada anak nggak mau jajan, krn uang sakunya mau dibelikan mainan, sampe dia kena maag. Pernah kudapati seorang gadis menghemat uang makannya sedemikian rupa agar bisa beli sepatu crocs. Ada yg sampe mencuri uang ortunya supaya beli game kesukaannya. Inilah bentuk2 pengendalian buruk atas benda kesayangan.

Ini juga bentuk lain lain buruknya pengendalian diri thd benda kesayangan. Tasnya diobrak abrik ketika pensilnya tidak ketemu, semua piring dibanting waktu piring kesayangannya pecah, tidak mau ikut pergi rekreas keluarga krn topi kesayangannya gak ketemu.

Teman, sejak kecil anak2 perlu dikenalkan pada BATASAN, termasuk dalam rangka manajemen benda kesayangan ini.

Anak perlu diarahkan utk tdk mengorbankan sesuatu yg terlalu besar demi benda kesayangan..Usaha2 yg dilakukan utk benda kesayangan tdk boleh mengakibatkan sesuatu yg tdk benar, mendholimi diri sendiri, mendholimi orang lain.

"Kakak, boleh kok nabung utk beli mainan, tp tiap istirahat harus makan ya..kalau tdk mau jajan bawa makanan dr rumah" beberapa nasehat teknis perlu disampaikan krn kdg demi benda kesayangan, anak kehilangan cara pikir logisnya.

Mendampingi anak ketika ada kejadian kerusakan/kehilangan benda kesayangan juga sangat perlu. Krn inilah momen akan menyusun kerangka nilai yg dia pegang kelak, bahwa tdk ada yg abadi (spt lirik lagu saja ya). Nilai keimanan bisa kita selipkan, bahwa segala sesuatu yg kita miliki hanyalah titipan dr yg Maha Memiliki, jadi kalau waktunya Yang Memiliki utk mengambilnya...kita harus mengikhlaskan..dan meyakini akan diberi ganti yg baik..

💬💬💬💬💬💬💬💬💬💬

Teman, cukup kiranya pembahasan tentang maintainance tools ini..ini sesuatu yg sederhana, sepela, tapi kalau kita punya waktu & komitmen utk mngurus hal ini..dampak besar menanti..investasi karakter dlm diri anak2 kita...

Maintenance Tools (2)

Oleh : Ani Ch, penulis buku & praktisi pendidikan keluarga

Rabu, 15 April 2015

Maintainance Tools (Part 2)

🚪⏰🚪⏰🚪⏰🚪⏰🚪⏰

Vino masih tidur, ketika maminya masuk ke kamar kostnya, Vino tak bangun sama sekali..

"Aduuh...ini pintu nggak dikunci, kamar berantakan, ini buku2 pada berserakan di lantai..mangkuk mie..bungkus makanan...aduuuh..ini pasti abis begadang" gumam si mami.

Akhirnya mami beresin kamar Vino, mami sampe tutup hidung, ada sisa maknan bau, handuk basah tidak dijemur, baju kotor numpuk di gantungan belakang pintu. Bahkan di kamar mandi, pasta gigi berceceran krn tdk ditutup, sampo tumpah, lantai licin krn tdk dibersihkan..2 jam lebih mami bersih2, dan akhirnya Vino terbangun...

"Woooaaahh...lho, mami...kapan dateng? Woooww, kamarku bersih sekali, mami abis bersih2 ya?"

"Kamu itu..sudah kost..harusnya latihan hidup mandiri, lebih rapi..sama aja, gak berubah..sampe kapan kamu begini? Kalo gak ada mami, mau berantakan terus..nanti kalau kamu sudah menikah, rumahmu akan berantakan begini juga?" Kata mami nyerocos.

"Ya nggak lah mi...ntar kalo aku nikah, kan ada istriku yg beres2 rumah" sahut Vino asal njawab aja...

Vino..oh vino...malang nian istrimu kelak...

🚪⏰🚪⏰🚪⏰🚪⏰🚪⏰

Teman, kenapa malang nasib istrinya kelak? Karena dia harus mengambil peran dominan dlm mengurus rumah, akan sulit melakukan pembagian tugas rumah tangga dg Vino..karena sejak kecil, Vino telah terbiasa dibantu maminya mengatur tetek bengek kamarnya. Kemandirian fisiknya tdk tuntas krn 'terlalu banyak dibantu', sehingga cenderung tdk bisa dlm mengatur kamrnya sendiri, tidak rapi, tdk ada yg pada tempatnya, bahkan tdk peduli dg kekotoran yg mengganggu.

Teman, inilah satu lagi hal kecil yg perlu secara serius kita latih pd anak2, agar tdk jadi kebiasaan buruk yg terbawa hingga besar, yaitu pembiasaan mengelola barang di kamar. Kita sebut saja latihan pembiasaan Manajemen Kamar.

🚪⏰🚪⏰🚪⏰🚪⏰🚪⏰

Manajemen Kamar artinya mengelola segala sesuatu yg ada di dalam kamar. Berikut inilah beberapa aspek kamar yg perlu dikelola,
🚪Membiasakan anak utk meletakkan setiap benda di tempatnya. Buku di rak buku, segala alat tulis di meja belajar, baju bersih di lemari, baju kotor di tempatnya, gunting, hanger, tissue, sabun sampo di tempatnya, pasta gigi sikat gigi di tempatnya, dll.
🚪Membiasakan anak utk merawat kebersihan & kerapian kamar, menyingkirkan sampah & membuang di tempatnya, membuka jendela setiap pagi, menutupnya ketika malam, menata selimut, bantal, guling & sprei ketika bangun di pagi hari & merapikan barang2 di kamar setiap kali akan meninggalkan kamar.
🚪Membiasakan anak untuk memiliki pembagian waktu ketika di kamar, kapan bangun, berapa lama mandi, berdandan, beres2, kapan belajar, kapan tidur, berapa lama nonton tv, sampai jam brp boleh akses hp, internet, & gadget2. Dan diskusi dg anak, tentang bagaimana ortu perlu mengingatkan anak jika tdk tepat jadwal.
🚪Membiasakan anak utk siap menerima siapa saja di kamarnya walaupun dia tetep boleh punya privasi. Jika ortu ingin mengobrol, bisa masuk. Jika ada adik/kakak minta tolong maka siap membantu, jika ada tamu siap berbagitempat tidur dengannya.

🚪⏰🚪⏰🚪⏰🚪⏰🚪⏰

Teman..membiasakan anak mengelola kamar dg baik adalah sebuah simulasi baginya agar kelak bisa "mengelola rumah", tdk peduli laki2 atau perempuan..akan berumah tangga kan..latihan mengelola rumag dg mengelola kamarnya sendiri, dan bayangkan jika aspek2 kamar di atas bisa dilatihkan pada anak, akan sangat dahsyat dlm membentuk karakternya..
⏰ Anak akan belajar meletakkan segala sesuatu di tempatnya, bukan hanya utk barang2 tapi utk segala urusan..artinya dia akan mudah mencari barangnya, juga mudah menata pikiran dlm memandang urusan yg ditangani..gak mudah bingung.
⏰ Anak akan belajar utk menjaga & merawat, bukan hanya barang2 tapi juga menjaga orang2 yg kelak jadi tanggung jawabnya.
⏰ Anak akan belajar utk punya jadwal, untuk membagi waktunya, utk melaksakan jadwalnya, utk punya komitmen dg rencana yg dibuat sendiri.
⏰ Anak akan belajar menerima orang lain, bahkan bisa melayani kebutuhan org lain, bisa jadi org yg memuliakan tamu jika nanti sudah punya rumah sendiri.

Weeew, Agak lebay? Tidak teman...sungguh bahwa perubahan sikap, pembangunan karakter anak harus dimulai dari hal2 yg kecil ini..sukses utk yg kecil, mudah utk mencapai yg besar.

Maintenance Tools (1)

Oleh : Ani Ch, penulis buku & praktisi pendidikan keluarga

Selasa, 14 April 2015

Maintainance Tools (Part 1)

Dodit sudah duduk di atas motor, di depan rumah siap berangkat! Dinda istrinya masih mbulet di dalam rumah, "Dinda...cepetan..aku nanti telat" kata Dodit. "Iya sebentar" jawab Dinda sambil teriak. "Sorry...nyari dompet nggak ketemu2 tadi...untung akhirnya baru ingat, di atas kulkas" jawab Dinda ketika akhirnya keluar rumah.

Sampai dikantor, Dinda sudah telat 5 menit, alamat dimarahi pak bos..Beneran baru naruh tas, interkom sudah bunyi..tut tut..Dinda, ke ruangan saya ya..tiiit. Telpon langsung ditutup.

Dinda masuk ruangan pak bos, langsung dikasih instruksi, "Proposal yg sudah kamu buat kemarin...revisi ya, terutama di bagian penawaran harga, naikkan 5% ya. saya tunggu revisiannya pagi ini juga. Lalu kamu ikut saya, sudah siap presentasi ke klien kan?" Sip...gak nanya telat, batin dinda..

Sampai di meja kerjanya...dinda baru ingat..alamaakk, proposalnya kan aku bawa pulang utk kupelajari spya siap presentasi..dan KETINGGALAN. Oke...tenang Dinda..kan ada file nya..kita buka, sekalian revisi..lalu di print..Dinda mulai booting komputer sambil ngatur napas..pas buka folder..gak ketemu filenya...aduuuh, dari kemarin mau kurapikan dlm folder2 gak sempet..akhirnya ratusan file ini kayak hutan belantara..judul filenya lupa lagi..jadi nggak bisa di search..ini doc1 doc2 kok byak sekali...aduuuhh pusing.

Kenapa Dinda pusing? Karena sewaktu kecil...kemandirian fisiknya belum terlatih dg baik..utamanya pd aspek maintainance tools...Waktu kecil, Dinda kurang diberi pembiasaan mengelola benda2 sehingga ketika besar menjadi org yg tdk rapi dlm mengelola barang, sering lupa/kehilangan, juga menjadi seorang pekerja yg tidak terstruktur..sehingga pengelolaan aktivitasnya juga kacau..

Teman, inilah satu hal kecil yg perlu secara serius kita latih pd anak2, pembiasaan mengelola barang. Kita mulai dari yg sederhana..Pembiasaan Manajeman Tas.

Manajemen Tas artinya mengelola tas..ada bbrp tahapan latihan manajemen tas pada anak, 1 Kita perlu sosialisasi pd anak tentang pentingnya merapikan tas, ya kalau anak..kaitkan saja dg sekolah, biar tdk ada buku ketinggalan, bisa belajar dg baik di sekolah, dst dst 2 Kita bisa mulai dg contoh, ortu mengambil tas nya sendiri & mulai mensimulasikan prosedur menyiapkan tas di malam hari seblum tidur. ~buka tas, keluarkan semua isinya, buang yg termasuk sampah ~masukkan benda2 wajib setiap hari, alat tulis, tisue, dompet, & teman2nya ~liat jadwal besok, masukkan semua benda utk kebutuhan besok. 3 Kita melakukan proses menyiapkan tas, pd malam hari bersama anak, urutan aktivitas yg rapi akan memudahkan anak utk melakukan..agak mirip dg tas ortu tadi, ~Keluarkan semua isi tas, buang sampah. ~Siapkan keperluan wajib, alat tulis trutama..jika perlu pensil2 dirauti ~Berikan label utk semua benda yg dimiliki, nama..agar tidak tertukar dg teman atau jika hilang lebih mudah kembali ~Periksa jadwal besok dan masukkan semua keperluan utk besok

Teman..ini pekerjaan sangaaaat sepele..tapi sungguh berdampak pada karakter jika kita kerjakan rutin..

Sebuah sekolah telah membuat program semacam ini, parenting berbasis pembiasaan aktivitas sehari2 & terasa betul manfaatnya.

Latihan manajemen tas mungkin hal biasa..tapi jika ini RUTIN dilakukan akan menyumbangkan bbrp manfaat Anak terbiasa 'merencanakan' sblm aktivitas, sehingga akan jadi pribadi yg rapi, terstruktur, dan siap menghadapi esok hari krn sdh punya 'persiapan', nggak akan jadi anak yg 'gupuhan' atau panik'an, atau anak2 yg ketinggalan barangnya. Anak belajar memilah 'barang yg tdk perlu' shg dilabeli sampah lalu dibuang & 'barang yg masih perlu', bayangkan jika ini diabstrakkan..anak belajar mana masalah yg perlu dilupakan & mana yg masih harus diurus utk diselesaiakn..keren kan.. Anak belajar melakukan klasifikasi benda2, benda penting & tdk, mana yg disimpan & mana utk besok. Sekali lagi bayangkan jika diabstrakkan, anak ini akan tahu mana urusan yg ditunda mana yg harus diselesaikan besok.

Mau melatih anak utk manajemn tas? Dahsyat lhoo efeknya...

Silakan di-share tanpa ijin

12 DIY-MBA Books

1. The Strategis
2. The Hard Thing About Hard Things
3. How Soccer Explains The World
4. David and Goliath
5. Red Thread Thinking (Debra Kaye)
6. Marketing Plan Handbook (Chernev)
7. It's Not How or What But Who
8. CFO Techniques
9. Technical Impact (Al Kuebler)
10. Marketing Communications (eagle)
11. Making Sense of Change Management (4th ed)
12. The Executive Checklist (Kerr)

Business Books to Read

Blue Ocean Strategy
Built to Last
Good to Great
Rockefeller Habits