Sabtu, 12 September 2015

KEARIFAN KIAI MENGATASI SANTRI NAKAL

Suatu saat K.H. Ahmad Umar Abdul Manan (1916 – 1980), pengasuh Pesantren Al Muayyad, Mangkuyudan Solo, memanggil lurah pondok. “Aku minta dicatatkan nama-nama santri yang nakal ya! Dirangking ya. Paling atas ditulis nama santri ternakal, nakal sekali, nakal dan terakhir agak nakal.”

Lurah pondoknya girang bukan main. Karena sudah beragam cara diupayakan untuk mengingatkan santri-santri nakal itu. Tapi hasilnya nihil. Sepertinya mereka sudah beku hatinya.

Dengan penuh semangat, dijalankanlah perintah Kiai Umar tersebut. Nama-nama santri itu ditulis besar-besar dengan spidol. Ternakal fulan bin fulan asal dari daerah A. Nakal sekali fulan bin fulan dari daerah B sampai santri yang agak nakal. Setelah catatan selesai dibuat, kemudian diserahkan kepada Kiai.

Lurah pondok itu menanti seminggu, dua minggu, kok tidak ada tindakan apa-apa. Pikirnya dalam hati, “Kok santri-santri yang nakal masih tetap nakal ya. Kok tidak diusir atau dipanggil Kiai.”

Akhirnya lurah pondok itu memberanikan diri matur kepada Kiai Umar. “Maaf Kiai, santri-santri kok belum ada yang dihukum, ditakzir atau diusir?”

“Lho, santri yang mana?”

“Santri yang nakal-nakal. Kemarin anda minta daftarnya.”

“Siapa yang mau mengusir? Karena mereka nakal itu dipondokkan, biar tidak nakal. Kalau disini nakal terus diusir, ya tetap nakal terus. Dimasukkan ke pesantren itu biar tidak nakal.”

“Kok anda memerintahkan mencatat santri-santri yang nakal itu?”

“Begini, kamu kan tahu tiap malam aku setelah sholat tahajud kan mendoakan santri-santri. Catatan itu saya bawa, kalau saya berdoa mereka itu saya khususkan. Tanya dululah kalau belum paham.”

* * *

Cerita ini pernah saya sampaikan di sebuah daerah di Jawa Tengah. Ada Kiai muda mengundang saya untuk mengisi ceramah di acara khataman quran di pesantrennya. Ada puluhan ribu orang yang hadir. Dalam kesempatan itu saya ceritakan kisah di atas. Saya suka menceritakan kisah ini, karena apa yang dilakukan Kiai Umar sesuai dengan yang dipesankan ayah saya, bahwa mengajar harus lahir batin. Saat saya sampaikan cerita ini, para hadirin tertawa semua. Hanya satu orang yang tidak tertawa. Kiai muda itu terlihat menunduk diam. Pikir saya, “Apa Kiai ini tidak paham yg saya sampaikan atau bagaimana? Kok tidak ada ekspresi apa-apa saat dengar cerita saya.”

Pada saat turun dari podium, saya dirangkul oleh kiai itu. Dia membisikkan sesuatu, “Masya Allah, alhamdulillah Gus, jenengan tidak menyebut nama. Sayalah daftar ternakalnya Kiai Umar.”

Kaget, heran dan kagum saya, dengan statusnya dulu sebagai santri ternakal, dia sekarang jadi kiai dengan ribuan santri.

Kisah di atas disampaikan oleh KH. Musthofa Bisri dalam haul KH. Umar Abdul Manan di Pondok Pesantren Al Muayyad Solo.

*Luar biasa. Kiai-kiai jaman dulu mendidik tidak hanya mengajar secara lisan saja. Tetapi juga dibarengi dengan laku tirakat dan doa. Bahkan, saat santrinya sudah pulang ke rumahpun masih diperhatikan dan didoakan. Dikunjungi, dipantau dan ditanyakan perkembangannya. Itulah rahasia keberkahan ilmu para alumnus pesantren. Doa guru.

* *

Tidak ada kata putus asa dalam berupaya. Saat usaha kita mendidik tidak menghasilkan perubahan. Jangan menyerah. Serahkan hal ini kepada Yang Maha Kuasa. Kiai Umar memberikan keteladanan itu.

👆sudahkah kita mendoakan binaan-binaan kita?

Senin, 29 Juni 2015

KETIKA ANAK BERTANYA TENTANG ALLAH

Arya Abie Adham

Allah itu Siapa?
Utamanya pada masa emas 0-5 tahun, anak-anak menjalani hidup mereka dengan sebuah potensi menakjubkan, yaitu rasa ingin tahu yang besar. Seiring dengan waktu, potensi ini terus berkembang (Mudah-mudahan potensi ini tidak berakhir ketika dewasa dan malah berubah menjadi pribadi-pribadi“tak mau tahu” alias ignoran, hehehe).

Nah, momen paling krusial yang akan dihadapi para orang tua adalah ketika anak bertanya tentang ALLAH. Berhati-hatilah dalam memberikan jawaban atas pertanyaan maha penting ini. Salah sedikit saja, bisa berarti kita menanam benih kesyirikan dalam diri buah hati kita. Nauzubillahi min zalik, ya…

Berikut ini saya ketengahkan beberapa pertanyaan yang biasa anak-anak tanyakan pada orang tuanya:
Tanya 1: “Bu, Allah itu apa sih?”
Tanya 2: “Bu, Bentuk Allahitu seperti apa?”
Tanya 3: “Bu, Kenapa kita gak bisa lihat Allah?”
Tanya 4: “Bu, Allah itu ada di mana?”
Tanya 5: “Bu, Kenapa kita harus nyembah Allah?”

Tanya 1: “Bu, Allah itu apa sih?”
Jawablah:
“Nak, Allah itu Yang Menciptakan segala-galanya. Langit, bumi, laut, sungai, batu, kucing, cicak, kodok, burung, semuanya, termasuk menciptakan nenek, kakek, ayah, ibu, juga kamu.” (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)

Tanya 2: “Bu, bentuk Allah itu seperti apa?”
Jangan jawab begini:
“Bentuk Allah itu seperti anu ..ini..atau itu….” karena jawaban seperti itu pasti salah dan menyesatkan.

Jawablah begini:
“Adek tahu ‘kan, bentuk sungai, batu, kucing, kambing,..semuanya.. nah, bentuk Allah itu tidak sama dengan apa pun yang pernah kamu lihat. Sebut saja bentuk apa pun, bentuk Allah itu tidak sama dengan apa yang akan kamu sebutkan.” (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)

فَاطِرُ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلۡأَرۡضِ‌ۚ جَعَلَ لَكُم مِّنۡ أَنفُسِكُمۡ أَزۡوَٲجً۬ا وَمِنَ ٱلۡأَنۡعَـٰمِ أَزۡوَٲجً۬ا‌ۖ يَذۡرَؤُكُمۡ فِيهِ‌ۚ لَيۡسَ كَمِثۡلِهِۦ شَىۡءٌ۬‌ۖ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلۡبَصِيرُ (١١)

[Dia] Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan [pula], dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (Q.S. Asy-Syura:11)
[baca juga Melihat Tuhan]

Tanya 3: “Bu, kenapa kita gak bisa lihat Allah?“
Jangan jawab begini:
Karena Allah itu gaib, artinya barang atau sesuatu yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang.

Jawaban bahwa Allah itu gaib (semata), jelas bertentangan dengan ayat berikut ini.
Al-Hadid (57) : 3

هُوَ الْأَوَّلُ وَالْآخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
Dialah Yang Awal dan Yang Akhir; Yang Zahir dan Yang Batin ; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.

Dikhawatirkan, imajinasi anak yang masih polos akan mempersamakan gaibnya Allah dengan hantu, jin, malaikat, bahkan peri dalam cerita dongeng. Bahwa dalam ilmu Tauhid dinyatakan bahwa Allah itu nyata senyata-nyatanya; lebih nyata daripada yang nyata, sudah tidak terbantahkan.

Apalagi jika kita menggunakan diksi (pilihan kata) “barang” dan “sesuatu” yang ditujukan pada Allah. Bukankah sudah jelas dalil Surat Asy-Syura di atas bahwa Allah itu laysa kamitslihi syai’un; Allah itu bukan sesuatu; tidak sama dengan sesuatu; melainkan Pencipta segala sesuatu.

Meskipun segala sesuatu berasal dari Zat-Sifat-Asma (Nama)-dan Af’al (Perbuatan) Allah, tetapi Diri Pribadi Allah itu tidak ber-Zat, tidak ber-Sifat, tidak ber-Asma, tidak ber-Af’al. Diri Pribadi Allah itu tidak ada yang tahu, bahkan Nabi Muhammad Saw. sekali pun. Hanya Allah yang tahu Diri Pribadi-Nya Sendiri dan tidak akan terungkap sampai akhir zaman di dunia dan di akhirat.

إِذۡ يَغۡشَى ٱلسِّدۡرَةَ مَا يَغۡشَىٰ (١٦) مَا زَاغَ ٱلۡبَصَرُ وَمَا طَغَىٰ (١٧)

[Muhammad melihat Jibril] ketika Sidratul Muntaha diliputi oleh sesuatu Yang Meliputinya. Penglihatannya [Muhammad] tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak [pula] melampaui-Nya. (Q.S. An-Najm: 16-17)
{ini tafsir dari seorang arif billah, bukan dari saya pribadi. Allahua’lam}

Jawablah begini:
“Mengapa kita tidak bisa melihat Allah?”
Bisa kita jawab dengan balik bertanya padanya (sambil melatih adik comel berpikir retoris)
“Adik bisakah nampak matahari yang terang itu langsung? Tidak ‘kan..karena mata kita bisa jadi buta. Nah,melihat matahari aja kita tak sanggup. Jadi,Bagimana kita mau melihat Pencipta matahari itu. Iya ‘kan?!”

Atau bisa juga beri jawaban:
“Adek, lihat langit yang luas dan ‘besar’ itu ‘kan? Yang kita lihat itu baru secuil dari bentuk langit yang sebenarnya. Adek gak bisa lihat ujung langit ‘kan?! Nah, kita juga gak bisa melihat Allah karena Allah itu Pencipta langit yang besar dan luas tadi. Itulah maksud kata Allahu Akbar waktu kita salat. Allah Mahabesar.”

Bisa juga dengan simulasi sederhana seperti pernah saya ungkap di postingan “Melihat Tuhan”.
Silakan hadapkan bawah telapak tangan Adek ke arah wajah. Bisa terlihat garis-garis tangan Adek ‘kan? Nah, kini dekatkan tangan sedekat-dekatnya ke mata Adek. Masih terlihat jelaskah jemari Sobat setelah itu?

Kesimpulannya, kita tidak bisa melihat Allah karena Allah itu Mahabesar dan teramat dekat dengan kita. Meskipun demikian, tetapkan Allah itu ADA. “Dekat tidak bersekutu, jauh tidak ber-antara.”

Tanya 4: “Bu, Allah itu ada di mana?”
Jangan jawab begini:
“Nak, Allah itu ada di atas..di langit..atau di surga atau di Arsy.”
Jawaban seperti ini menyesatkan logika anak karena di luar angkasa tidak ada arah mata angin atas-bawah-kiri-kanan-depan-belakang. Lalu jika Allah ada di langit, apakah di bumi Allah tidak ada? Jika dikatakan di surga, berarti lebih besar surga daripada Allah…berarti prinsip "Allahu Akbar" itu bohong? [baca juga Ukuran Allahu Akbar]

ثُمَّ ٱسۡتَوَىٰ عَلَى ٱلۡعَرۡشِ‌ۚ
Dia bersemayam di atas ’Arsy. <– Ayat ini adalah ayat mutasyabihat, yaitu ayat yang wajib dibelokkan tafsirnya. Kalau dalam pelajaran bahasa Indonesia, kita mengenal makna denotatif dan konotatif, nah.. ayat mutasyabihat ini tergolong makna yang konotatif.

Juga jangan jawab begini:
“Nak, Allah itu ada di mana-mana.”
Dikhawatirkan anak akan otomatis berpikiran Allah itu banyak dan terbagi-bagi, seperti para freemason atau politeis Yunani Kuno.

Jawablah begini:
“Nak, Allah itu dekat dengan kita. Allah itu selalu ada di hati setiap orang yang saleh, termasuk di hati kamu, Sayang. Jadi, Allah selalu ada bersamamu di mana pun kamu berada.”
[baca juga Mulai Saat Ini Jangan Sebut-sebut Lagi Yang Di Atas]

“Qalbun mukmin baitullah”, ‘Hati seorang mukmin itu istana Allah.” (Hadis)

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُواْ لِي وَلْيُؤْمِنُواْ بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat.(Q.S. Al-Baqarah (2) : 186)

وَهُوَ مَعَكُمۡ أَيۡنَ مَا كُنتُمۡ‌ۚ
Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada.(Q.S. Al-Hadiid: 4)

وَلِلّهِ الْمَشْرِقُ وَالْمَغْرِبُ فَأَيْنَمَا تُوَلُّواْ فَثَمَّ وَجْهُ اللّهِ
Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka kemanapun kamu menghadap di situlah wajah Allah. (Q.S. Al-Baqarah (2) : 115)

“Allah sering lho bicara sama kita..misalnya, kalau kamu teringat untuk bantu Ibu dan Ayah, tidak berantem sama kakak, adek atau teman, tidak malas belajar, tidak susah disuruh makan,..nah, itulah bisikan Allah untukmu, Sayang.” (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)

وَٱللَّهُ يَهۡدِى مَن يَشَآءُ إِلَىٰ صِرَٲطٍ۬ مُّسۡتَقِيمٍ
Dan Allah selalu memberi petunjuk orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus. (Q.S. Al-Baqarah: 213)

Tanya 5: “Bu, kenapa kita harus nyembah Allah?”
Jangan jawab begini:
“Karena kalau kamu tidak menyembah Allah, kamu akan dimasukkan ke neraka. Kalau kamu menyembah Allah, kamu akan dimasukkan ke surga.”

Jawaban seperti ini akan membentuk paradigma (pola pikir) pamrih dalam beribadah kepada Allah bahkan menjadi benih syirik halus (khafi). Hal ini juga yang menyebabkan banyak orang menjadi ateis karena menurut akal mereka,”Masak sama Allah kayak dagang aja! Yang namanya Allah itu berarti butuh penyembahan! Allah kayak anak kecil aja, kalau diturutin maunya, surga; kalau gak diturutin, neraka!!”

“Orang yang menyembah surga, ia mendambakan kenikmatannya, bukan mengharap Penciptanya. Orang yang menyembah neraka, ia takut kepada neraka, bukan takut kepada Penciptanya.” (Syaikh Abdul Qadir al-Jailani)

Jawablah begini:
“Nak, kita menyembah Allah sebagai wujud bersyukur karena Allah telah memberikan banyak kebaikan dan kemudahan buat kita. Contohnya, Adek sekarang bisa bernapas menghirup udara bebas, gratis lagi.. kalau mesti bayar, ‘kan Ayah sama Ibu gak akan bisa bayar. Di sungai banyak ikan yang bisa kita pancing untuk makan, atau untuk dijadikan ikan hias di akuarium. Semua untuk kesenangan kita.

Kalau Adek gak nyembah Allah, Adek yang rugi, bukan Allah. Misalnya, kalau Adek gak nurut sama ibu-bapak guru di sekolah, Adek sendiri yang rugi, nilai Adek jadi jelek. Isi rapor jadi kebakaran semua. Ibu-bapak guru tetap saja guru, biar pun kamu dan teman-temanmu gak nurut sama ibu-bapak guru.”
(Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)

إِنَّ ٱللَّهَ لَغَنِىٌّ عَنِ ٱلۡعَـٰلَمِينَ
Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya [tidak memerlukan sesuatu] dari semesta alam. (Q.S. Al-Ankabut: 6)
[baca juga Mengapa Allah Menciptakan Makhluk?]

Katakan juga pada anak:

“Adek mulai sekarang harus belajar cinta sama Allah, lebih daripada cinta sama Ayah-Ibu, ya?!” (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)

“Kenapa, Bu?”

“Karena suatu hari Ayah sama Ibu bisa meninggal dunia, sedangkan Allah tidak pernah mati. Nah, kalau suatu hari Ayah atau Ibu meninggal, kamu tidak boleh merasa kesepian karena Allah selalu ada untuk kamu. Nanti, Allah juga akan mendatangkan orang-orang baik yang sayang sama Adek seperti sayangnya Ayah sama Ibu. Misalnya, Paman, Bibi, atau para tetangga yang baik hati, juga teman-temanmu.”

Dan mulai sekarang rajin-rajin belajar Iqra supaya nanti bisa mengaji Quran. Mengaji Quran artinya kita berbicara sama Allah. (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis).

Allahu a’lam.

sumber : “ Mutiara Hikmah “

Sabtu, 06 Juni 2015

Lingkaran Dekat Bisnis Kita

Jack Ma CEO AliBaba.com - pernah berkata, "ketika berjualan ke teman dekat dan keluarga, berapapun yang Anda jual ke mereka, mereka akan selalu berpikir, Anda sedang mencari untung dari uang mereka. Dan semurah apapun Anda jual ke mereka, mereka tetap tidak menghargainya."

Selalu ada saja orang-orang yang tidak peduli dengan biaya, waktu, dan tenaga Anda. Mereka lebih baik memilih ditipu oleh orang lain daripada membiarkan Anda mendapatkan hasil dari mereka, lalu mendukung seseorang yang mereka kenal. Karena di dalam hati mereka, mereka selalu berpikir berapa untung yang dia dapat dari saya? Bukannya berpikir berapa yang telah dia bantu hematkan atau bantu hasilkan untuk saya?

Ini adalah contoh klasik mental orang miskin!!
Sering ane jual k tmen deket, tapi ga menghargai , ya gitu deh jawabannya kata Jack Ma --> Mental Miskin .

Bagaimana caranya orang kaya menjadi kaya? Alasan utama adalah karena mereka bersedia mendukung bussines associate mereka, menjaga kepentingan satu sama lain, maka secara alami mereka mendapatkan lebih banyak lagi.

Teman-teman Anda akan secara bergantian mendukung Anda. Maka lingkaran kekayaan ini akan terus bertumbuh dan semakin bertumbuh.

Sederhananya, kamu akan mulai menjadi kaya ketika kamu memahaminya.

Jack Ma berkata, "ketika melakukan penjualan, orang pertama yang akan mempercayai Anda adalah orang asing. Teman Anda akan menutup diri dari Anda. Teman biasa akan menjauh dari Anda. Keluarga akan memandang rendah Anda."

Ketika suatu saat Anda telah sukses, Anda akan membayar semua tagihan ketika makan malam bersama, entertainment, dan disitu Anda akan menyadari semua orang akan hadir, kecuali orang asing.

Apakah Anda sudah paham?

Kita perlu memperlakukan orang asing lebih baik lagi! Dan demikian juga kepada teman yang tahu apa yang Anda lakukan, tetapi tetap mendukung Anda.

Mari memperlakukan orang asing yang membeli dari kita lebih baik lagi mulai hari ini. Karena mereka adalah pelanggan terbaik Anda.

Selasa, 19 Mei 2015

"Sakitnya Tuh Disana... ( Alam Barzakh, Akhirat )

Berbagi Kisah di Saat KAJIAN :
"Sakitnya Tuh Disana... ( Alam Barzakh, Akhirat )
Pemateri :
Ust. DR.Syafiq Reza Basalamah.

-----—----------------
Pada sesi tanya jawab dalam ta'lim ini, Suasana seketika menjadi hening..

ketika  ada jamaah yang bertanya
"Ustadz, jika ustadz nanti masuk surga duluan, dan kami tertahan disana tolong ajak kami ustadz, para jamaah yang hadir dimajlismu hari ini, tolong ingat kami ustadz, serta doakan kami agar termasuk penghuni penghuni surga...."

Seketika itu para jamaah yang hadir terdiam, suasana yang tadinya ramai mendadak hening.

Terlihat Ustadz Syafiq matanya berkaca-kaca, beliau terdiam, terlihat air matanya mulai menetes dipipinya, matanya memerah..

Ustadz Syafiq Reza Basalamah diam sejenak kmudian berdoa kepada Allah 'Azza Wajalla (namun beliau shir' (lirihkan) doanya).

Lagi lagi air matanya menetes dipipinya...

para jamaahpun menundukan kepalanya, terlihat para jamaah matanya sembab, bajunya basah krna airmata, terdengar isak tangis tersedu-sedu dari para jamaah.

Kemudian ustadz mencoba menjawab sedikit..

"Saudaraku, surga itu mahal, surga Allah sangatlah mahal. Hanya dengan rahmat-Nya kita dapat diizinkan utk memasuki surga-Nya.
Tak ada satupun disini yang menjamin dirinya akan masuk surga.
Namun kita percaya janji Allah..
Saudaraku surga tidak akan diraih tanpa adanya pengorbanan..."

Kemudian ustadz mengambil tisu utk mengusap airmatanya..

WA : RUMAH ILMU
-----

Taujih Ust Irfan Maulidi

Rekaman taujih Ust Irfan Maulidi Ketua DPW PKS Banten dlm penutupan mukhayam DPD Tangsel Ahad 3 Mei 2015 di Pantai Carita, Anyer (setelah di edit seperlunya)

Subhanallah mungkin antm tdk akan merasakan yg ana rasakan krna kualitas beliau dgn ana berbeda.. Tapi semua yg hadir saat itu larut dengan tangisnya...

"Dakwah itu tidak akan menang dengan rukhsah. Dakwah itu akan menang dengan tekad dan kesungguhan"
(Syaikh Hasan Hudhaibi)

"Bila da'i nya bermental ayam negeri yang tak tahan angin, mudah kena sampar dan mengandalkan jatah makanan olahan, maka kiamat dakwah sudah terdengar seruninya."
(KH. Rahmat Abdullah)

Untuk mengukur seseorang adalah kader dakwah itu sederhana yaitu 2 hal :
1. Kesungguhannya dlm menjaga tarbiyah
2. Kesungguhan ekspansi dakwah (merekrut)

Di mesir sana, tidak ada lagi liqoan yg diadakan pagi hari, siang hari, sore hari atau malam hari..mereka semua liqo subuh hari.bukan krna mereka ingin liqo disubuh hari, tapi disana mereka semua dikejar utk dibunuh,dikejar2,dicelakakan dsb..tapi mereka tidak menyerah..dan antum semua catat...mereka selalu hadir dalam liqonya tepat waktu..tidak ada yang terlambat dan tidak ada alasan utk terlambat

Lalu bagaimana kita di indonesia?..kita masih senang mengumpulkan alasan2 tdk hadir, lbh senang mngumpulkan alasan utk telat datang.
Ikhwah disana..setelah mereka liqo disubuh hari semua bergerak n wajib mendatangi ikhwahnya yg lain.merekrut n mengajak orang lain mendukung jamaah ini..mereka selalu lakukan itu dgn sungguh2 dan setiap liqo berikutnya mereka mutabaah hasilnya...

Lalu bagaimana dgn kita?...kita msh leha2, catatan kita di DPP kaderisasi rekrutmen kita stagnan...

Disana ikhwah kita dikejar2 dan dibunuh..bahkan para anggota qiyadah kita dimesir sdh banyak yg dibunuh,dikejar2,dan akhirnya tdk diketahui lagi rimbanya..skg ini qiyadah kita disana hanya tinggal 9 orang saja...😭😭😭

Lalu bagaimana dgn kita?
Kita ini diundang syuro saja sulit hadir, diminta bergerak saja jarang kita lakukan..ihtiram kita thd struktur kurang...

Akhi fillah..antum skg cuma 2 hari tdk makan enak, survival hanya bermodal golok n korek api..tapi di gaza sana..ikhwah kita berbulan bulan bahkan bertahun2 makan tidak enak..selimut antum masih menggunakan ponco..tapi di palestina sana, anak kecil tidur hanya dgn selimut kardus...

Dimana militansi antum semua???

Skrg ini sudah ada pelatihan fisik dari kaum yang levelnya sudah sampai tahap pembunuh memasuki indonesia...lalu apa yg sdh antum siapkan,jika perintah mukhayam saja antum absen dan izin...

Di gaza sana dan di mesir sana..kondisinya sudah tidak ideal..tapi mereka semua masih semangat untuk bergerak n berkontribusi utk jamaah ini

Lalu bagaimana dgn kontribusi antum?..kita ini kikir sekali mngumpulkan amal dakwah..pada saat kondisi indonesia msh aman2 saja...lalu bagaimana jika indonesia dlm kondisi perang seperti di gaza atau mesir... mungkin antum semua tidak ada yg bisa disiapkan.

MALU AKHI FILLAH
MALU AKHI FILLAH
MALU AKHI FILLAH

Malu kita pada mereka.maka setelah antum semua pulang dari mukhayam ini..antum bangunkan semua ikhwah yg sedang tertidur

Antum bangunkan semua ikhwah yg sdg tertidur
Antum bangunkan mereka
Antum bangunkan yg sdg tidur

Skg ini musuh2 islam sudah mengarahkan sasarannya kpd kita..kita semua akan dikerdilkan dan tdk bisa berkembang. Semua musuh islam skg ini sdg bersatu memerangi kita: israel, nasrani, majusi dll

Lalu apa antum masih saja belum tersadar?
Apa antum masih saja tidak peduli?
Apa antum masih saja ingin diam dgn kenyamanan?

Sementara ikhwah2 kita diluar sana sdg sibuk berperang
Mereka semua sdg sibuk merekrut
Mereka semua disana sangat bersemangat hadir di pembinaan tarbawinya masing2..

Wallahu 'alam
Jzk

Kamis, 14 Mei 2015

Live Your Life

(Dari Broadcast Message)
=========================

🌳📍📍📍📍📍📍📍📍📍
SEBATANG POHON DAPAT MEMBUAT "JUTAAN BATANG KOREK API,"

📍🔥🔥🌳🌳🌳🌳🌳🌳🀊
TAPI SATU BATANG KOREK API JUGA DAPAT MEMBAKAR JUTAAN POHON.

⛔ 🔥🔥✅✅✅✅✅
JADI, SATU PIKIRAN NEGATIF DAPAT MEMBAKAR SEMUA PIKIRAN POSITIF.

📍📍📍📍📍📍💭💭💭
KOREK API MEMPUNYAI KEPALA, TETAPI TIDAK PUNYA OTAK,

📍🔥📍🔥📍🔥📍🔥
OLEH KARENA ITU SETIAP KALI ADA GESEKAN KECIL, SANG KOREK API TERUS TERBAKAR.

🙇🙇🙇💬💬💬
KITA JUGA MEMPUNYAI KEPALA, DAN JUGA OTAK,

🙅🙅😡😡😡
KITA TIDAK PERLU MUDAH TERBAKAR MARAH HANYA KARENA GESEKAN KECIL.

🐧🐧🐧🐧🐧🐧
KETIKA BURUNG HIDUP, IA MAKAN ULAT,

🐛🐛🐛🐛🐛🐛🐛
KETIKA BURUNG MATI, ULAT MAKAN BURUNG.

🕛🕐🕜🕝🕙🕥
WAKTU TERUS BERPUTAR. RODA KEHIDUPAN TERUS BERLAKU...

👎👎👎⬇⬇😔😔😔😔
JANGAN MERENDAHKAN SIAPAPUN DALAM HIDUP, BUKAN KARENA SIAPA MEREKA?
TETAPI KARENA SIAPA DIRI KITA!

☝🕥🕥💪💪💪😥😥
KITA MUNGKIN BERKUASA TAPI TUHAN LEBIH BERKUASA DARIPADA KITA.

✨✨😀😍🙆😍😀✨✨
WAKTU KITA SEDANG BERJAYA, BANYAK TEMAN DI SEKELILING KITA.

🏃🏃🏃💨😰😰😢😢😭😭
WAKTU KITA SUSAH, BARU KITA KENAL SIAPA SAHABAT KITA.

😪😪 🙌 👛💄💅💸💍💎
DAN WAKTU KITA SAKIT, BARU KITA TAHU BAHWA NIKMAT SEHAT ITU SANGAT BERNILAI, JAUH MELEBIHI HARTA.

👴👵😱😱😰😰❗❗
KETIKA KITA TUA, KITA BARU TAHU BAHWA MASIH BANYAK YANG BELUM KITA KERJAKAN.

👤👤👤💀💀👣👣👣
DAN, SETELAH DI AMBANG AJAL, KITA BARU
TAHU BEGITU BANYAK WAKTU YANG TERBUANG SIA-SIA.

🔋🔋💡💡🔋🔋💡💡
HIDUP TIDAKLAH LAMA, SUDAH SAATNYA KITA BERSAMA-SAMA MEMBUAT HIDUP LEBIH BERHARGA.

Minggu, 10 Mei 2015

Tarhib Ramadhan untuk Qiyadah Dakwah

Oleh: Ust. Anis Matta

 
Sekarang kita mulai ramaikan Ramadhan, pasang spanduk Tarhib di seluruh pojok kota dan pelosok desa.

Kita perlu meramaikan Ramadhan agar tumbuh munaakh ta'abbudi yang bisa menjadi "memori spiritual" yang indah bagi anak-anak dan remaja, sekaligus momentum perbaikan dan muhasabah bagi orang dewasa dan orang tua, juga menjadi sarana perekat sosial dalam masyarakat termasuk dengan kalangan non muslim.

Lakukan semua cara yang mungkin untuk itu: Gerakan bersihkan masjid, Parade Tarhib untuk anak-anak dan ibu, Pemasangan lampion di gang-gang dan kampong-kampung, Bazar sembako murah, Berbagai macam lomba, dan seterusnya .. Antum semua lebih tau ..

Ini juga menjadi momentum rekrutmen dan robthul 'am, salah satu yang membuat manusia gampang bertaubat dan kembali ke jalan Allah saat pertengahan umur adalah memori-memori spiritual yang mereka miliki di waktu kecil

Misi politik adalah "menciptakan suasana" yang mendekatkan orang kepada Allah.

Ramadhan harus dijadikan bulan bagi semua orang..termasuk non muslim..

Suasana yang mendekatkan orang kepada agama yang menjadi misi politik untuk menciptakannya adalah kebebasan, akal sehat dan nuansa spiritual.

Kebebasan adalah platform agama..sebab agama adalah pilihan..dan orang hanya memilih dalam keadaan bebas..jd tidak ada syariat sebelum adanya kebebasan..tidak ada syariat yang diterapkan dengan paksaan..

Akal sehat adalah dasar pembebanan (taklif) dalam agama..seseorang hanya bisa diberi beban dalam agama kalau dia berakal..karena gila menghilangkantaklif..wahyu ini diturunkan kepada orang yang berakal..karena itu tidak ada pertentangan antara akal dan wahyu..jadi dengan menghidupkan akal sehat dan rasionalitas di tengah masyarakat kita mendekatkan mereka kepada hakikat agama..

Nuansa spiritual adalah situasi yang dapat membangkitkan fitrah tadayyun dalam diri manusia.. yang ia bawa sejak ruh ditiupkan kedalam dirinya..

Tugas dakwah politik adalah menjaga dan mempertahankan kebebasan dalam sistem demokrasi.. menghidupkan rasionalitas dan menciptakan nuansa spiritual yang kental dalam semua aspek kehidupan..

Pada hakikatnya dakwah adalah kerja untuk merekayasa proses beragama masyarakat هندسة التدين
Kebebasan, rasionalitas dan spiritualitas adalah "lingkungan strategis" yang diperlukan untuk menciptakan proses beragama secara baik..
Ramadhan ini adalah salah satu wasilahnya..

Dimanakah letak "kesejahteraan" dalam mendekatkan orang kepada agama??
Kesejahteraan tidak dengan sendirinya dapat mendekatkan orang kepada agama.. seperti kesejahteraan di Barat yang membuat sebagian besar mereka menjadi atheis..

Tapi kesejahteraan dapat "dimanfaatkan" untuk mendekatkan orang kepada agama..
Kebutuhan fisik pada sebagian besar manusia selalu mendahului kebutuhan spiritualnya..

Setelah kebutuhan fisik adalah kebutuhan psikokologis yaitu kebutuhan akan rasa aman..

Karena itu Allah baru menyuruh manusia menyembahNya setelah "memberi untuk makan yang menghilangkan lapar dan mengamankan untuk dari semua rasa takut"...

Jadi lapar dan takut adalah dua masalah fundamental yang selalu menjadi kendala sebagian besar manusia untuk beragama..
Kebebasan menyelesaikan rasa takut dan kesejahteraan menyelesaikan rasa lapar..

Jadi kesejahteraan bisa menjadi "muqoddimah" yang mengantar orang kepada hakikat agama..
Itu kalau secara politik kita manfaatkan dengan baik.

Dengan begitu kita mengintegrasikan semua pendekatan yang ada dalam psikologi, sosiologi, ekonomi dan politik dalam sebuah kerja dakwah yang berbasis pd pendekatan  هندسة التدين

Secara politik maka musuh agama yang paling besar adalah kezaliman yang menghilangkan kebebasan atau kedikitaatoran.. apapun nama rezim atau sistemnya..

Misi jihad harbi adalah menghilangkan kendala kezaliman atau kedikitaatoran itu.. bukan memaksakan agama..

Secara ekonomi musuh agama adalah kemiskinan..walaupun ia tidak menghilangkan kebebasan tapi ia mengurangi pilihan-pilihan hidup dan moral manusia..karena itu kemiskinan mendekatkan orang kepada kekufuran.. dalam wirid pagi dan petang kita berdoa dilindungi dari kekufuran dan kefakiran..

Secara sosiologis musuh agama adalah kebodohan.. karena kewajiban-kewajiban agama hanya dapat terlaksana dalam masyarakat berpengetahuan..

Secara psikologis beragama adalah fitrah manusia.. maka kita hanya perlu menciptakan "nuansa spiritual" yang dapat membangkitkan fitrah itu dan menjadi dominan dalam dirinya..

Itu pengantar Tarhib Ramadhan untuk para Qiyadah Dakwah..

Kamis, 07 Mei 2015

Akibat Mengambil Uang Ibu Rp 150

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim .. Ada satu kisah nyata yang sangat BERHARGA, diceritakan seorang trainer Kubik Leadership yang bernama Jamil Azzaini di kantor Bea dan Cukai Tipe A Bekasi sekitar akhir tahun 2005. Dalam berceramah agama, beliau menceritakan satu kisah dengan sangat APIK dan membuat air mata pendengar berurai. Berikut ini adalah kisahnya:

Pada akhir tahun 2003, istri saya selama 11 malam tidak bisa tidur. Saya sudah berusaha membantu agar istri saya bisa tidur, dengan membelai, diusap-usap, masih susah tidur juga. Sungguh cobaan yang sangat berat. Akhirnya saya membawa istri saya ke RS Citra Insani yang kebetulan dekat dengan rumah saya. Sudah 3 hari diperiksa tapi dokter tidak menemukan penyakit istri saya. 

Kemudian saya pindahkan istri saya ke RS Azra, Bogor. Selama berada di RS Azra, istri saya badannya panas dan selalu kehausan. Setelah dirawat 3 bulan di RS Azra, penyakit istri saya belum juga diketahui penyakitnya.

Akhirnya saya putuskan untuk pindah ke RS Harapan Mereka di Jakarta dan langsung di rawat di ruang ICU. Satu malam berada di ruang ICU pada waktu itu senilai Rp 2,5 juta. Badan istri saya –maaf- tidak memakai sehelai pakaian pun. Dengan ditutupi kain, badan istri saya penuh dengan kabel yang disambungkan ke monitor untuk mengetahui keadaan istri saya. Selama 3 minggu penyakit istri saya belum bisa teridentifikasi, tidak diketahui penyakit apa sebenarnya.

Kemudian pada minggu ke-tiga, seorang dokter yang menangani istri saya menemui saya dan bertanya,

“Pak Jamil, kami minta izin kepada pak Jamil untuk mengganti obat istri bapak.”

“Dok, kenapa hari ini dokter minta izin kepada saya, padahal setiap hari saya memang gonta-ganti mencari obat untuk istri saya, lalu kenapa hari ini dokter minta izin ?”

“Ini beda pak Jamil. Obatnya lebih mahal dan obat ini nantinya disuntikkan ke istri bapak.”

“Berapa harganya dok?”

“Obat untuk satu kali suntik 12 juta pak.”

“Satu hari berapa kali suntik dok?”

“Sehari 3 kali suntik.”

“Berarti sehari 36 juta dok?”

“Iya pak Jamil.”

“Dok, 36 juta bagi saya itu besar sedangkan tabungan saya sekarang hampir habis untuk menyembuhkan istri saya. Tolong dok, periksa istri saya sekali lagi. Tolong temukan penyakit istri saya dok.”

“Pak Jamil, kami juga sudah berusaha namun kami belum menemukan penyakit istri bapak. Kami sudah mendatangkan perlengkapan dari RS Cipto dan banyak laboratorium namun penyakit istri bapak tidak ketahuan.”

“Tolong dok…., coba dokter periksa sekali lagi. Dokter yang memeriksa dan saya akan berdoa kepada Rabb saya. Tolong dok dicari”

“Pak Jamil, janji ya kalau setelah pemeriksaan ini kami tidak juga menemukan penyakit istri bapak, maka dengan terpaksa kami akan mengganti obatnya.” Kemudian dokter memeriksa lagi.

“Iya dok.”

Setelah itu saya pergi ke mushola untuk shalat dhuha dua raka’at. Selesai shalat dhuha, saya berdoa dengan menengadahkan tangan memohon kepada Allah, -setelah memuji Allah dan bershalawat kepada Rasululloh,

“Ya Allah, ya Tuhanku….., gerangan maksiat apa yang aku lakukan. Gerangan energi negatif apa yang aku lakukan sehingga engkau menguji aku dengan penyakit istriku yang tak kunjung sembuh. Ya Allah, aku sudah lelah. Tunjukkanlah kepadaku ya Allah, gerangan energi negatif apakah yang aku lakukan sehingga istriku sakit tak kunjung sembuh ? sembuhkanlah istriku ya Allah. Bagimu amat mudah menyembuhkan penyakit istriku semudah Engkau mengatur Milyaran planet di muka bumi ini ya Allah.”

Kemudian secara tiba-tiba ketika saya berdoa, “Ya Allah, gerangan maksiat apa yang pernah aku lakukan? Gerangan energi negatif apa yang aku lakukan sehingga aku diuji dengan penyakit istriku tak kunjung sembuh?” saya teringat kejadian berpuluh-puluh tahun yang lalu, yaitu ketika saya mengambil uang ibu sebanyak Rp150,-.

Dulu, ketika kelas 6 SD, SPP saya menunggak 3 bulan. Pada waktu itu SPP bulanannya adalah Rp 25,. Setiap pagi wali kelas memanggil dan menanyakan saya, “JaMil, kapan membayar SPP ? JaMil, kapan membayar SPP ? JaMil, kapan membayar SPP ?” Malu saya. Dan ketika waktu istrirahat saya pulang dari sekolah, saya menemukan ada uang Rp150, di bawah bantal ibu saya. Saya mengambilnya. Rp75,- untuk membayar SPP dan Rp75,- saya gunakan untuk jajan.

Saya kemudian bertanya, kenapa ketika berdoa, “Ya Allah, gerangan maksiat apa? Gerangan energi negatif apa yang aku lakukan sehingga penyakit istriku tak kunjung sembuh?” saya diingatkan dengan kejadian kelas 6 SD dulu ketika saya mengambil uang ibu. Padahal saya hampir tidak lagi mengingatnya ??. Maka saya berkesimpulan mungkin ini petunjuk dari Allah. Mungkin inilah yang menyebabkan istri saya sakit tak kunjung sembuh dan tabungan saya hampir habis. Setelah itu saya menelpon ibu saya,

“Assalamu’alaikum Ma…”

“Wa’alaikumus salam Mil….” Jawab ibu saya.

“Bagaimana kabarnya Ma ?”

“Ibu baik-baik saja Mil.”

“Trus, bagaimana kabarnya anak-anak Ma ?”

“Mil, mama jauh-jauh dari Lampung ke Bogor untuk menjaga anak-anakmu. Sudah kamu tidak usah memikirkan anak-anakmu, kamu cukup memikirkan istrimu saja. Bagaimana kabar istrimu Mil, bagaimana kabar Ria nak ?” –dengan suara terbata-bata dan menahan sesenggukan isak tangisnya-.

“Belum sembuh Ma.”

“Yang sabar ya Mil.”

Setelah lama berbincang sana-sini –dengan menyeka butiran air mata yang keluar-, saya bertanya, “Ma…, Mama masih ingat kejadian beberapa tahun yang lalu ?”

“Yang mana Mil ?”

“Kejadian ketika Mama kehilangan uang Rp150,- yang tersimpan di bawah bantal ?”

Kemudian di balik ujung telephon yang nun jauh di sana, Mama berteriak, (ini yang membuat bulu roma saya merinding setiap kali mengingatnya)

“Mil, sampai Mama meninggal, Mama tidak akan melupakannya.” (suara mama semakin pilu dan menyayat hati),

“Gara-gara uang itu hilang, mama dicaci-maki di depan banyak orang. Gara-gara uang itu hilang mama dihina dan direndahkan di depan banyak orang. Pada waktu itu mama punya hutang sama orang kaya di kampung kita Mil. Uang itu sudah siap dan mama simpan di bawah bantal namun ketika mama pulang, uang itu sudah tidak ada. Mama memberanikan diri mendatangi orang kaya itu, dan memohon maaf karena uang yang sudah mama siapkan hilang. 

Mendengar alasan mama, orang itu merendahkan mama Mil. Orang itu mencaci-maki mama Mil. Orang itu menghina mama Mil, padahal di situ banyak orang. ...rasanya Mil. Mamamu direndahkan di depan banyak orang padahal bapakmu pada waktu itu guru ngaji di kampung kita Mil tetapi mama dihinakan di depan banyak orang. SAKIT.... SAKIT... SAKIT rasanya.”

Dengan suara sedu sedan setelah membayangkan dan mendengar penderitaan dan sakit hati yang dialami mama pada waktu itu, saya bertanya, “Mama tahu siapa yang mengambil uang itu ?”

“Tidak tahu Mil…Mama tidak tahu.”

Maka dengan mengakui semua kesalahan, saya menjawab dengan suara serak,

“Ma, yang mengambil uang itu saya Ma….., maka melalui telphon ini saya memohon keikhlasan Mama. Ma, tolong maafkan Jamil Ma…., Jamil berjanji nanti kalau bertemu sama Mama, Jamil akan sungkem sama mama. Maafkan saya Ma, maafkan saya….”

Kembali terdengar suara jeritan dari ujung telephon sana,
“Astaghfirullahal ‘Azhim….. Astaghfirullahal ‘Azhim….. Astaghfirullahal ‘Azhim…..Ya Allah ya Tuhanku, aku maafkan orang yang mengambil uangku karena ia adalah putraku. Maafkanlah dia ya Allah, ridhailah dia ya Rahman, ampunilah dia ya Allah.”

“Ma, benar mama sudah memaafkan saya ?”

“Mil, bukan kamu yang harus meminta maaf. Mama yang seharusnya minta maaf sama kamu Mil karena terlalu lama mama memendam dendam ini. Mama tidak tahu kalau yang mengambil uang itu adalah kamu Mil.”

“Ma, tolong maafkan saya Ma. Maafkan saya Ma?”

“Mil, sudah lupakan semuanya. Semua kesalahanmu telah saya maafkan, termasuk mengambil uang itu.”

“Ma, tolong iringi dengan doa untuk istri saya Ma agar cepat sembuh.”

“Ya Allah, ya Tuhanku….pada hari ini aku telah memaafkan kesalahan orang yang mengambil uangku karena ia adalah putraku. Dan juga semua kesalahan-kesalahannya yang lain. Ya Allah, sembuhkanlah penyakit menantu dan istri putraku ya Allah.”

Setelah itu, saya tutup telephon dengan mengucapkan terima kasih kepada mama. Dan itu selesai pada pukul 10.00 wib, dan pada pukul 11.45 wib seorang dokter mendatangi saya sembari berkata,

“Selamat pak Jamil. Penyakit istri bapak sudah ketahuan.”

“Apa dok?”

“Infeksi prankreas.”

Saya terus memeluk dokter tersebut dengan berlinang air mata kebahagiaan, “Terima kasih dokter, terima kasih dokter. Terima kasih, terima kasih dok.”

Selesai memeluk, dokter itu berkata, “Pak Jamil, kalau boleh jujur, sebenarnya pemeriksaan yang kami lakukan sama dengan sebelumnya. Namun pada hari ini terjadi keajaiban, istri bapak terkena infeksi prankreas. Dan kami meminta izin kepada pak Jamil untuk mengoperasi cesar istri bapak terlebih dahulu mengeluarkan janin yang sudah berusia 8 bulan. Setelah itu baru kita operasi agar lebih mudah.”

Setelah selesai, dan saya pastikan istri dan anak saya selamat, saya kembali ke Bogor untuk sungkem kepada mama bersimpuh meminta maaf kepadanya, “Terima kasih Ma…., terima kasih Ma.”

Namun…., itulah hebatnya seorang ibu. Saya yang bersalah namun justru mama yang meminta maaf. “Bukan kamu yang harus meminta maaf Mil, Mama yang seharusnya minta maaf.”

Sahabat ... Sungguh benar sabda Rasulullaah shalallaahu ’alaihi wa sallam :

"Ridho Allah tergantung kepada keridhoan orang tua dan murka Allah tergantung kepada kemurkaan orang tua" (HR Bukhori, Ibnu Hibban, Tirmidzi, Hakim)

"Ada tiga orang yang tidak ditolak doa mereka: orang yang berpuasa sampai dia berbuka, seorang penguasa yang adil, dan doa orang yang teraniaya. Doa mereka diangkat Allah ke atas awan dan dibukakan baginya pintu langit dan Allah bertitah, 'Demi keperkasaan-Ku, Aku akan memenangkanmu (menolongmu) meskipun tidak segera." (HR. Attirmidzi)

Kita dapat mengambil HIKMAH bahwa:

Bila kita seorang anak ...

Janganlah sekali-kali membuat marah orang tua, karena murka mereka akan membuat murka Allah subhanahu wa ta’ala. Dan bila kita ingin selalu diridloi-Nya maka buatlah selalu orang tua kita ridlo kepada kita.

Jangan sampai kita berbuat zholim atau aniaya kepada orang lain, apalagi kepada kedua orang tua, karena doa orang teraniaya itu terkabul.

Bila kita sebagai orang tua ...

Berhati-hatilah pada waktu marah kepada anak, karena kemarahan kita dan ucapan kita akan dikabulkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala, dan kadang penyesalan adalah ujungnya.

Doa orang tua adalah makbul, bila kita marah kepada Anak, Berdoalah untuk kebaikan anak-anak kita, maafkanlah mereka.

Semoga kita di karuniai anak keturunan yang shaleh dan shalehah, yang pintar dan kreatif dan menjadi kebanggaan kita dalam kebaikan. Aamiin Yaa Rabbal 'Aalamiin

Selasa, 05 Mei 2015

Cicak-Cicak di Dinding

Masih ingat lagu "Cicak-cicak di Dinding?"
---

Seandainya kita adalah seekor cicak, mungkin sejak dulu sudah berteriak, "Ya Allah, Kau salah rancang dan keliru cetak!"

Sebab cicak binatang dgn kemampuan trbatas, hanya bisa merayap meniti dinding.
Sedangkan makanannya, adalah yg memiliki sayap dan mampu terbang kemana-mana.

Masih ingat dgn lagu kecil kita? "Cicak-cicak di dinding"

Tugas cicak mmg hanya berikhtiar sejauh kemampuan.
Persoalan rizqi, Allah-lah yang beri jaminan.

Kewajiban cicak hanya diam-diam merayap, bukan mencari dgn garang atau menerjang dgn terbang.

"Datang seekor nyamuk"

Allah Yang Maha Pencipta, tiada cacat dlm ciptaanNya, Maha Memberi Rizqi, Dia tak mungkin bebani hambaNya lampaui kemampuannya.

"Datang seekor nyamuk"

Allah yang datangkan rizqi itu. Diam-diam merayap VS perjalanan nyamuk. Bebas nyamuk terbang kemanapun jua, namun Allah dekatkan sedekatdekatnya.

"Sesungguhnya rizqi memburu hamba, lebih banyak dr kejaran ajal trhadapnya"
(HR.Ath-Thabrani; Ibn Hibban)

"Boleh jadi kau tak tahu di mana rizqimu, tetapi rizqimu tahu dimana dirimu" (Al-Ghazali)

"Lapis-lapis Keberkahan; Salim A.Fillah"

Rabu, 29 April 2015

Ungkapan Sederhana Untuk Istri

Oleh Ust. faudzil adhim

Bila malam sudah beranjak mendapati subuh, bangunlah sejenak. Lihatlah istri anda yang sedang terbaring letih menemani bayi anda. Tataplah wajahnya yang masih dipenuhi oleh gurat-gurat kepenatan karena seharian ini badannya tak menemukan kesempatan untuk istirahat barang sekejap. Kalau saja tak ada air wudhu yang membasahi wajah itu setiap hari, barangkali sisa-sisa kecantikannya sudah tak ada lagi.

Sesudahnya, bayangkanlah tentang esok hari. Di saat anda sudah bisa merasakan betapa segar udara pagi, tubuh letih istri anda barangkali belum benar-benar menemukan kesegarannya. Sementara anak-anak sebentar lagi akan meminta perhatian bundanya, membisingkan telinganya dengan tangis serta membasahi pakaiannya dengan pipis tak habis-habis. Baru berganti pakaian, sudah dibasahi pipis lagi. Padahal tangan istri anda pula yang harus mencucinya.

Di saat seperti itu, apakah yang anda pikirkan tentang dia?

Masihkan anda memimpikan tentang seorang yang akan senantiasa berbicara lembut kepada anak-anaknya seperti kisah dari negeri dongeng sementara di saat yang sama anda menuntut dia untuk menjadi istri yang penuh perhatian, santun dalam berbicara, lulus dalam  memilih setiap kata serta tulus dalam menjalani tugasnya sebagai istri, termasuk dalam  menjalani apa yang sesungguhnya bukan kewajiban istri tetapi dianggap sebagai kewajibannya.

Sekali lagi, masihkan anda sampai hati mendambakan tentang seorang perempuan yang sempurna, yang selalu berlaku halus dan lembut? Tentu saja saya tidak tengah mengajak anda membiarkan istri membentak anak-anak dengan mata membelalak. Tidak. Saya hanya ingin mengajak anda melihat bahwa tatkala tubuhnya amat letih, sementara suami tak pernah menyapa jiwanya, maka amat wajar kalau ia tak sabar.

Begitu pula manakala matanya yang mengantuk tak kunjung memperoleh kesempatan untuk tidur nyenyak sejenak, maka ketegangan emosinya akan menanjak. Di saat itulah  jarinya yang lentik bisa tiba-tiba membuat anak menjerit karena cubitannya yang bikin sakit.

Apa artinya? Benar, seorang istri shalihah memang tak boleh bermanja-manja secara kekanak-kanakan, apalagi sampai cengeng. Tetapi istri shalihah tetaplah manusia yang membutuhkan penerimaan. Ia juga butuh diakui, meski tak pernah meminta kepada anda.

Sementara gejolak-gejolak jiwa memenuhi dada, butuh telinga yang mau mendengar. Kalau kegelisahan jiwanya tak pernah menemukan muaranya berupa kesediaan utuk mendengar, atau ia tak pernah anda akui keberadaannya, maka jangan pernah menyalahkan siapa-siapa kecuali dirimu sendiri jika ia tiba-tiba meledak.

Jangankan istri anda yang suaminya tidak terlalu istimewa, istri Nabi pun pernah mengalami situasi-situasi yang penuh ledakan, meski yang membuatnya meledak-ledak bukan karena Nabi Shallallahu ‘Alayhi wa Sallam tak mau mendengarkan, melainkan semata karena dibakar api kecemburuan. Ketika itu, Nabi Shallallahu ‘Alayhi wa Sallam hanya diam menghadapi ‘Aisyah yang sedang cemburu seraya memintanya untuk mengganti mangkok yang dipecahkan.

Ketika menginginkan ibu anak-anak anda selalu lembut dalam mengasuh, maka bukan hanya nasehat yang perlu anda berikan. Ada yang lain. Ada kehangatan yang perlu anda berikan agar hatinya tidak dingin,apalagi beku, dalam menghadapi anak-anak setiap hari. Ada penerimaan yang perlu kita tunjukkan agar anak-anak itu tetap menemukan bundanya sebagai tempat untuk memperoleh kedamaian, cinta dan kasih sayang.

Ada ketulusan yang harus anda usapkan kepada perasaan dan pikirannya, agar ia masih tetap mememilki energi untuk tersenyum kepada anak-anak anda, sepenat apapun ia.

Ada lagi yang lain : PENGAKUAN. Meski ia tak pernah menuntut, tetapi mestikah anda menunggu sampai mukanya berkerut-kerut?

Karenanya, anda kembali ke bagian awal tulisan ini. Ketika perjalanan waktu melewati tengah malam, pandanglah istri anda yang terbaring letih itu, lalu pikirkanlah sejenak, tak adakah yang bisa anda lakukan sekedar mengucapkan terima kasih atau menyatakan sayang? Bisa dengan kata yang berbunga-bunga, bisa tanpa kata. Dan sungguh, lihatlah betapa banyak cara untuk menyatakannya. Tubuh yang letih itu, alangkah bersemangatnya jika di saat bangun nanti ada secangkir minuman hangat yang diseduh dengan dua sendok teh gula dan satu cangkir cinta.

Sampaikan kepadanya ketika matanya telah terbuka,“Ada secangkir minuman hangat untuk istriku. Perlukah aku hantarkan untuk itu?“

Sulit melakukan ini? Ada cara lain yang bisa anda lakukan. Mungkin sekedar membantunya meyiapkan sarapan pagi untuk anak-anak, mungkin juga dengan tindakan-tindakan lain, asal tak salah niat kita. Kalau anda terlibat dengan pekerjaan di dapur, memandikan anak, atau menyuapi si mungil sebelum mengantarkannya ke TK, itu bukan karena gender-friendly; tetapi semata karena mencari ridha Allah, sebab selain niat ikhlas karena Allah, tak ada artinya apa yang anda lakukan.

Anda tidak akan mendapati amal-amal anda saat berjumpa dengan Allah di yaumil-qiyamah. Alaakullihal, apa yang ingin anda lakukan, terserah anda. Yang jelas, ada  pengakuan untuknya, baik lewat ucapan terima kasih atau tindakan yang menunjukkan bahwa dialah yang terkasih. Semoga dengan kerelaan anda untuk menyatakan terima kasih, tak ada airmata duka yang menetes baginya, tak ada lagi istri yang berlari menelungkupkan wajah di atas bantal karena merasa tak didengar. Dan semoga pula dengan perhatian yang anda berikan lepadanya, kelak istri anda akan berkata tentang anda sebagaimana Bunda ‘Aisyah RA berucap tentang suaminya, Rasulullah Shallallahu ‘Alayhi wa Sallam, ”Ah, semua perilakunya menakjubkan bagiku”.

Sesudah engkau puas memandangi istrimu yang terbaring letih, sesudah engkau perhatikan gurat-gurat penat di wajahnya, maka biarkanlah ia sejenak untuk meneruskan istirahatnya. Hembusan udara dingin yang mungkin bisa mengusik tidurnya, tahanlah dengan sehelai selimut untuknya.

Hamparkanlah ke tubuh istrimu dengan kasih sayang dan cinta yang tak lekang oleh perubahan. Semoga engkau termasuk laki-laki yang mulia, sebab tidak memuliakan wanita kecuali laki-laki yang mulia.

Sesudahnya, kembalilah ke munajat dan tafakkurmu. Marilah anda ingat kembali ketika Rasulullah Shallallahu ‘Alayhi wa Sallam berpesan tentang istri. “Wahai manusia, sesungguhnya istri kalian mempunyai hak atas kalian sebagaimana kalian mempunyai hak atas mereka. Ketahuilah…,” kata Rasulullah Shallallahu ‘Alayhi wa Sallam melanjutkan, ”kalian mengambil wanita itu sebagai amanah dari Allah, dan kalian halalkan kehormatan mereka. Takutlah kepada Allah dalam mengurusi istri kalian. Aku wasiatkan atas kalian untuk selalu berbuat baik.”

Anda telah mengambil istri anda sebagai amanah dari Allah. Kelak anda harus melaporkan kepada Allah Ta’ala bagaimana anda menunaikan amanah dari-Nya. Apakah anda mengabaikannya sehingga guratan-guratan dengan cepat menggerogoti wajahnya, jauh awal dari usia yang sebenarnya? Ataukah, anda sempat tercatat selalu berbuat baik untuk istri.

Semoga anda memberi ungkapan yang lebih agung untuk istri anda.

Selasa, 28 April 2015

MHMMD

Materi pelatihan terbagi atas tiga pengantar yang diikuti oleh materi inti yang dibagi atas 12 langkah yang dikelompokkan dalam 4 Etape. Materi pelatihan merupakan rangkaian yang berurutan dan saling melengkapi antara etape pertama, kedua,ketiga dan keempat. Diharapkan peserta mengikuti seluruh rangkaian acara secara utuh agar supaya bisa mendapatkan manfaat secara optimal dan berdaya guna.

Materi Pelatihan

Menjelaskan tentang Tujuan HIDUP di muka bumi, yaitu untuk Mengangungkan Tuhan (Glorifying God) sesuai keyakinan kita masing-masing dan Memakmurkan Kehidupan di Bumi (Enriching Life) sesuai dengan potensi kita masing-masing. Setiap orang dibekali dengan potensi unik sehingga tiap-tiap kita bukan hanya berhak tapi bahkan wajib untuk sukses untuk mengaktualisasikan potensi yang diberikan Tuhan kepada masing-masing kita. Dilanjutkan dengan penyadaran bahwa setiap nafas adalah anugerah yang harus disyukuri dan setiap detik adalah amanah yang harus di tunaikan. Dan bahwa berbagai perbedaan yang kita miliki, justru membuat kita harus saling mengenal, saling mencintai, saling menghargai dan saling membantu dan mengikuti rencana dan tatanan Tuhan menciptakan kita dan semesta ciptaan-Nya.

Tentang betapa Indonesia negara besar, dengan luas setara dengan 50 negara bagian Amerika, dan 27 negara Uni Eropa dan memiliki potensi SDM, SDA, SDP yang merupakan anugerah Tuhan Yang Maha Esa yang harus kita syukuri. Dan mengingatkan bahwa negeri ini memiliki tiga kemungkinan di masa depan: Bangkrut (kemiskinan, korupsi, kekerasan, pornografi, narkoba, karakter buruk dibiarkan; Bubar (jika ketimpangan diteruskan); tapi kita berharap akan Bangkit (memimpin peradaban bukan hanya di Asia tapi dunia). Berbagai ironi sebagai negara kaya yang masih banyak orang miskin, negeri subur tapi masih banyak kelaparan dimunculkan. Juga diingatkan tentang peran strategis mindset, pola pikir, karakter dan sikap positif dalam kemajuan bangsa ditampilkan. Disertai dengan fakta dan argumen pendukung disertai dengan motivasi untuk berkontribusi mewujudkan Nusantara Jaya 2045. Seratus tahun Indonesia Merdeka, Nusantara bangkit menjadi salah satu pemimpin peradaban bukan hanya di Asia tapi dunia.

Setelah menyamakan frekuensi dan mindset peserta tentang hakekat penciptaannya sebagai manusia dan sebagai warga negara Indonesia sehingga memunculkan kepedulian semangat nasionalisme sebagai bangsa Indonesia. Setelah itu dijelaskan tentang perlunya mengubah mindset: menjadi semakin positif, hidup berencana, demokratis, egaliter, memiliki hidup seimbang: spiritual, emosional, adversity dan intelektual (SQ, EQ, AQ dan IQ). Dan bahwa MASA DEPAN harus Selamat, Bahagia, Sukses dan Mulia (SBSM) dengan selalu mengangungkan Tuhan dan bertekad menghasilkan manfaat sebanyak-banyaknya kepada manusia dan mahkluk lain di muka bumi.

Pada etape ini, setiap peserta diajak untuk mengenal potensi diri sebagai salah satu keterampilan paling mendasar. Hanya dengan mengenal potensi diri yang dianugerahkan Tuhan kepada tiap manusia seseorang dapat berfikir positif memandang dirinya, keluarga, orang lain, lingkungan dan bangsanya. Dengan metode renungan, peserta diajak untuk memotret potensi diri dengan cara melihat bakat, minat, pengalaman, pendidikan, sifat dasar yang dimiliki lalu melakukan napak tilas ke masa lalu, memotret masa kini, dan menyusun impian masa depan.

Setelah mengenal potensi diri maka setiap peserta diajak untuk melihat betapa berlimpahnya peluang yang tersedia baik berdasarkan bidang maupun wilayah. Setiap peluang seharusnya dilihat sebagai kesempatan untuk mengabdi, beribadah dan mengagungkan Tuhan dan sekaligus kesempatan untuk membuat hidup di bumi lebih indah, lebih mudah, lebih baik karena kontribusi kita. Peserta diajak untuk menyadari bahwa bumi Allah luas, dan bahwa Indonesia dengan ± 75.000 desa, 6091 kecamatan, 475 Kabupaten/kota, 33 Provinsi adalah peluang wilayah terbuka untuk kita berkiprah.

Setelah menyadari tentang potensi diri dan peluang yang tersedia, peserta diingatkan tentang perlunya fokus, menyusun rencana dan mengurai langkah demi langkah untuk mencapai target. Mereka difasilitasi untuk menuliskan, berbagi dan menvisualisasikan cita-cita dan target spesifik secara detil.

Langkah puncak pada pelatihan adalah ketika peserta diminta menulis PETA HIDUP. Mereka diajak untuk membuat ”grand design” atau ”blue-print” perjalanan hidup masing-masing dimulai dengan masa kini, lalu melangkah mundur melihat dari mana mereka di masa lalu, untuk kemudian diajak menyusun peta navigasi perjalanan hidup di masa depan, sampai usia 70 tahun. Setelah itu peserta dilatih untuk melakukan manajemen waktu dengan menyusun rencana 5 tahunan, tahunan, bulanan, mingguan dan harian. Terakhir dijelaskan tentang perlunya role model ata tokoh teladan.

Pada setiap langkah dan etape ini dijelaskan tentang Golden Karakter yang diperlukan untuk sukses terutama sikap Jujur, Disiplin, Cerdas, Peduli, serta dilakukan bebagai pembiasaan ibadah dan pembiasaan untuk memberi Salam, Senyum, Sapa dan selalui siap untuk berbagi, saling mendukung dan memotivasi.

Jurus Sakti UKM

By Zaky (bukalapak)

.Dream/Passion

.Fokus

.Target > Benchmark: prestasi, cara, teknologi

.Team: personality, competence, bond

.Competitive Advantage

Teknik Negosiasi Bisnis

Salah satu materi yg dibahas (sebetulnya ada banyak Teknik, tp yg paling umum dipake cm 8). Ini ringkasan materi buat temen2 yg ga sempet hadir pas acara Wirausaha Muda Pemula Cirebon (sekolah wirausaha yg 100% gratis tis tis). Selain kmrn kita sempet bikin simulasi/ contoh kasus,  praktek langsung ilmu negosiasi, cara menggali informasi, sampe cara duduk, cara bicara, apa yg boleh dan tdk boleh dilakukan dlm negosisasi, dll

1. Teknik Good Cop / Bad Cop
Teknik ini adalah teknik paling dasar dg menampilkan tokoh baik dan tokoh jahat.
Ex. Tokoh jahat akan berbuat onar dan meninggalkan negosiasi, sedang tokoh baik akan datang dan menawarkan jalan keluar.

2. Teknik Lowball / Highball
Memberikan penawaran yg jauh di atas / di bawah yg seharusnya. Namun kalau terlalu extreme, teknik ini dapat menyebabkan orang langsung lari meninggalkan negosiasi
Ex. Harga barang 10jt, kita menawar 1jt. Langsung dilempar kalkulator dech sm penjualnya. hihihi

3. Teknik Bogey
Teknik negosiasi yg menggunakan issue / hal2 yg tdk penting menjadi isu/ hal yg penting. Isue yg tidak penting ini dapat ditukar dgn isue /hal2 yg penting atau bernilai.
Ex. Kita bilang tdk suka bentuknya, ga cocok warnanya, terlalu besar/ kecil, dll. Atau bisa jg dg pura2 tersinggung dg ucapan lawan dan membuat lawan merasa bersalah.

4. Teknik Nibble
Teknik menawar barang yg sudah ditawar. Meminta tambahan hal2 kecil yg mendekatkan dg goal kita.
Ex. Kita sdh menawar rumah ketika hampir jadi, kita minta biaya pajak2 ditanggung, minta tambahan furniture/ Ac, bonus. dll

5. Teknik Intimidation / Bully
Teknik Intimidasi ini digunakan utk negosiasi yg berat sebelah. Memainkan emosi dg membuat rasa takut, merasa terancam dan bersalah. dll sehingga lawan mengambil keputusan secara tidak objective.
Ex. Mengirimkan org yg mengganggu, meneror, membuat tidak nyaman, dll. Atau bias juga dg menyatakan bahwa kita punya beberapa alternative lain, kl lawan tdk bersedia dg kita.

6. Teknik Aggressive Behavior
Teknik ini serupa dg teknik intimidasi namun lebih menekan. Teknik ini banyak digunakan utk negosiasi yg cepat dan efektif. Memaksa lawan untuk segera mengambil keputusan. Menawarkan harga terbaik yg bisa dia berikan pd awal2 negosiasi. Termasuk did lm nya adlh teknik  “take-it-or-leave-it”
Ex. Langsung datang menawar harga mati nya, minta besok harus deal. Kemudian kita memberikan penawaran terakhir. Mengirim orang2 bayangan yg menawar dg lebih buruk dari tawaran kita, dll

7. Teknik Wolf in Sheep clothing
Disebut sbg serigala berbulu domba, yaitu teknik negosiasi yg menggunakan penyamaran sehingga kita seolah2 sama sepaham/ segolongan /sepandangan dg lawan kita.
Ex. Kita berpura2 sehobby dg lawan, kita bersahabat dg saudara/ sahabat2 dia, memiliki guru spiritual yg sama, dll

8. Teknik Snow Job
Atau biasa disebut dg hujan informasi. Informasi yg salah dapat membuat keputusan yg salah. Taknik ini biasanya melibatkan orang ketiga / perantara /penghubung / maklar /informan palsu yang meyebabkan lawan menjadi terpengaruh / salah dalam mengambil keputusan. Biasanya saya menyebut teknik ini sbg teknik Suntikan anjing gila.
Ex. Cukup jelas hehehee

Semoga bermanfaat

Rgds,
Frans Pekasa

Youth Program 2015 #1

1. Osaka Invitational Program in Japan for Short-Term Overseas Trainees in Architecture & Arts
Deadline : 18 Mei 2015
Osaka, Jepang. 25 Sept - 23 Okt 2015
Fully Funded !!
Cek ke sini yaa...
http://www.ofix.or.jp/english/training/aprogram/overview.html

2. Open Call for Participation
World Youth Foundation. International Workshop on Climate Change "Youth Action on Climate Change"
21-24 Mei 2015. Melaka, Malaysia
mangga di cek kat sini ye http://cc.wyf.org.my/index.php/call-for-participation

3. Ayo yang mau ke Thailand
Call for Applications!!
Global Peace On The Move Fellowship 2015 in Thailand
Deadline: June 15, 2015
Date: October 13 – 26, 2015.
Type: Partially Funded.
https://peacerevolution.net/docs/en/peace-revolution-fellowship-for-youth

4. Nudge Global Leadership Challenge 2015
Netherlands.
20-22 November 2015,
deadline 15 July 2015
cek info http://nudge-global-leadership-challenge.com/
fully funded!

Building Service Culture (Marketeer Seminar)

Service Culture -> Service Champion

Culture: WOW! SERVICE (Give More!)

"Philosophy-Tools-Empowerment"

Create Shared Values!

Key lessons :
1.Make it unique
2. Use specific-similar language
3. Build tools & environment
4. Recruit right person
5. Supportive environment
6. Define role model
7. Award & recognition
8.Listen to customers

Maintenance Tools (3)

Oleh : Ani Ch, penulis buku & praktisi pendidikan keluarga

Kamis, 16 April 2015

Maintainance Tools (Part 3)

🚲🚲🚗🚗🎷🎷🎹🎹🏀🏀

Saya dulu pernah punya murid, penggemar sepeda...dan semua tabungannya disimpan, dikumpulkan hanya utk modif sepeda gunungnya...

Saya punya kenalan, cinta sekali sama mobil pertamanya...dan walaupun reyot & tdk bisa dipake, masih dipajangnya di samping rumah, tak pernah pindah, tak pernah pergi, juga tak akan dijual, apalagi dirombeng sebagai besi tua.

Ada seorang anak yg sanga gila dg saxophone, dia seringkali begadang utk memainkannya, sampai bertengkar dg ayahnya krn terasa mengganggu org tidur, akhirnya dia tetep main di halaman belakang rumah, tengah malam.

🚲🚲🚗🚗🎷🎷🎹🎹🏀🏀

Teman, banyak sekali orang memiliki benda kesayangan..dan pengelolaan benda kesayangannya ini memang beda...namanya juga kesayangan..spesial dong..

Tapi, hukum bahwa segala sesuatu yg berlebihan itu tidak baik akan tetap berlaku, oleh karena itu ini perlu jadi perhatian penting..

Anak2 perlu dilatih mengelola barang2 dg cara yg tepat, agar ketika besar tdk memiliki kebiasaan2 yg mengganggu, baik dirinya sendiri maupun orang lain. Nah, kita sebut saja, pembiasaan kali ini adalah Manajemen Benda Kesayangan.

✏✏💼💼👒👒👟👟🍛🍛

Anak2 sangat mudah punya benda kesayangan, karena inilah fase terbentuknya 'rasa kepemilikan'. Ada yg punya pensil kesayangan, klo gak ada dicari kemana2, gak mulai mulai belajar jika tdk dg pensil yg itu. Ada yg punya tas atau sepatu kesayangan, walaupun sudah butut, tdk mau diganti yg baru, sampai dipaksa2, tdk mau juga. Bahkan ada yg punya piring kesayangan, cma dia yg boleh pakai, org lain nggak boleh menggunakannya.

Teman, aspek pertama yg bisa kita latihkan dlm proses Manajamen Benda Kesayangan adalah  tanggung jawab untuk 'maintain', menjaga & merawat. Benda kesayangan, jadi mediator yg efektif utk terbentuknya tanggung jawab ini..

"Orang yg punya benda berharga, akan menjaga & merawatnya, jika tdk mau menjaga dan merawatnya" adalah pesan yg perlu disampaikan.

Secara teknis, anak2 perlu didampingi utk menjaga kebersihannya, berhati2 agar tdk rusak, memperbaiki jika ada kerusakan, berhati2 ketika membawa & menyimpan dg baik agar tidak hilang, memastikaan keamanan agar tdk diambil/dicuri orang. Prinsip pelatihan kemandirian fisik berlaku ya..RUTIN & TERBIASA...maka benih2 karakter akan tumbuh di sela2 aktivitas ini.

Jika ini adalah simulasi utk melatih tanggung jawab anak thd segala sesuatu yg disayanginya...bayangkan betapa luar biasa dampaknya. Saat usia anak bertambah, dia akan terbiasa menjaga benda dan juga org yg disayanginya, dia akan berhati2 agar hubungan tdk rusak, akan mencari solusi jika ada masalah, akan menjaganya agar aman. Sebuah rangkaian karakter yg sangat dibutuhkan bagi siapa saja yg akan membangun keluarga.

✏✏💼💼👒👒👟👟🍛🍛

Aspek kedua dari Manajemen Benda Kesayangan yg perlu kita latihkan adalah pengendalian diri.

Anak2 bisa jadi akan mau mengorbankan apapun utk mendapat atau mempertahankan benda kesayangan, begitu pula jika ada kejadian kerusakan atau kehilanan benda kesayangan, muncullah reaksi atau respon berlebihan yg mengganggu orang lain.

Pernah tahu, ada anak nggak mau jajan, krn uang sakunya mau dibelikan mainan, sampe dia kena maag. Pernah kudapati seorang gadis menghemat uang makannya sedemikian rupa agar bisa beli sepatu crocs. Ada yg sampe mencuri uang ortunya supaya beli game kesukaannya. Inilah bentuk2 pengendalian buruk atas benda kesayangan.

Ini juga bentuk lain lain buruknya pengendalian diri thd benda kesayangan. Tasnya diobrak abrik ketika pensilnya tidak ketemu, semua piring dibanting waktu piring kesayangannya pecah, tidak mau ikut pergi rekreas keluarga krn topi kesayangannya gak ketemu.

Teman, sejak kecil anak2 perlu dikenalkan pada BATASAN, termasuk dalam rangka manajemen benda kesayangan ini.

Anak perlu diarahkan utk tdk mengorbankan sesuatu yg terlalu besar demi benda kesayangan..Usaha2 yg dilakukan utk benda kesayangan tdk boleh mengakibatkan sesuatu yg tdk benar, mendholimi diri sendiri, mendholimi orang lain.

"Kakak, boleh kok nabung utk beli mainan, tp tiap istirahat harus makan ya..kalau tdk mau jajan bawa makanan dr rumah" beberapa nasehat teknis perlu disampaikan krn kdg demi benda kesayangan, anak kehilangan cara pikir logisnya.

Mendampingi anak ketika ada kejadian kerusakan/kehilangan benda kesayangan juga sangat perlu. Krn inilah momen akan menyusun kerangka nilai yg dia pegang kelak, bahwa tdk ada yg abadi (spt lirik lagu saja ya). Nilai keimanan bisa kita selipkan, bahwa segala sesuatu yg kita miliki hanyalah titipan dr yg Maha Memiliki, jadi kalau waktunya Yang Memiliki utk mengambilnya...kita harus mengikhlaskan..dan meyakini akan diberi ganti yg baik..

💬💬💬💬💬💬💬💬💬💬

Teman, cukup kiranya pembahasan tentang maintainance tools ini..ini sesuatu yg sederhana, sepela, tapi kalau kita punya waktu & komitmen utk mngurus hal ini..dampak besar menanti..investasi karakter dlm diri anak2 kita...

Maintenance Tools (2)

Oleh : Ani Ch, penulis buku & praktisi pendidikan keluarga

Rabu, 15 April 2015

Maintainance Tools (Part 2)

🚪⏰🚪⏰🚪⏰🚪⏰🚪⏰

Vino masih tidur, ketika maminya masuk ke kamar kostnya, Vino tak bangun sama sekali..

"Aduuh...ini pintu nggak dikunci, kamar berantakan, ini buku2 pada berserakan di lantai..mangkuk mie..bungkus makanan...aduuuh..ini pasti abis begadang" gumam si mami.

Akhirnya mami beresin kamar Vino, mami sampe tutup hidung, ada sisa maknan bau, handuk basah tidak dijemur, baju kotor numpuk di gantungan belakang pintu. Bahkan di kamar mandi, pasta gigi berceceran krn tdk ditutup, sampo tumpah, lantai licin krn tdk dibersihkan..2 jam lebih mami bersih2, dan akhirnya Vino terbangun...

"Woooaaahh...lho, mami...kapan dateng? Woooww, kamarku bersih sekali, mami abis bersih2 ya?"

"Kamu itu..sudah kost..harusnya latihan hidup mandiri, lebih rapi..sama aja, gak berubah..sampe kapan kamu begini? Kalo gak ada mami, mau berantakan terus..nanti kalau kamu sudah menikah, rumahmu akan berantakan begini juga?" Kata mami nyerocos.

"Ya nggak lah mi...ntar kalo aku nikah, kan ada istriku yg beres2 rumah" sahut Vino asal njawab aja...

Vino..oh vino...malang nian istrimu kelak...

🚪⏰🚪⏰🚪⏰🚪⏰🚪⏰

Teman, kenapa malang nasib istrinya kelak? Karena dia harus mengambil peran dominan dlm mengurus rumah, akan sulit melakukan pembagian tugas rumah tangga dg Vino..karena sejak kecil, Vino telah terbiasa dibantu maminya mengatur tetek bengek kamarnya. Kemandirian fisiknya tdk tuntas krn 'terlalu banyak dibantu', sehingga cenderung tdk bisa dlm mengatur kamrnya sendiri, tidak rapi, tdk ada yg pada tempatnya, bahkan tdk peduli dg kekotoran yg mengganggu.

Teman, inilah satu lagi hal kecil yg perlu secara serius kita latih pd anak2, agar tdk jadi kebiasaan buruk yg terbawa hingga besar, yaitu pembiasaan mengelola barang di kamar. Kita sebut saja latihan pembiasaan Manajemen Kamar.

🚪⏰🚪⏰🚪⏰🚪⏰🚪⏰

Manajemen Kamar artinya mengelola segala sesuatu yg ada di dalam kamar. Berikut inilah beberapa aspek kamar yg perlu dikelola,
🚪Membiasakan anak utk meletakkan setiap benda di tempatnya. Buku di rak buku, segala alat tulis di meja belajar, baju bersih di lemari, baju kotor di tempatnya, gunting, hanger, tissue, sabun sampo di tempatnya, pasta gigi sikat gigi di tempatnya, dll.
🚪Membiasakan anak utk merawat kebersihan & kerapian kamar, menyingkirkan sampah & membuang di tempatnya, membuka jendela setiap pagi, menutupnya ketika malam, menata selimut, bantal, guling & sprei ketika bangun di pagi hari & merapikan barang2 di kamar setiap kali akan meninggalkan kamar.
🚪Membiasakan anak untuk memiliki pembagian waktu ketika di kamar, kapan bangun, berapa lama mandi, berdandan, beres2, kapan belajar, kapan tidur, berapa lama nonton tv, sampai jam brp boleh akses hp, internet, & gadget2. Dan diskusi dg anak, tentang bagaimana ortu perlu mengingatkan anak jika tdk tepat jadwal.
🚪Membiasakan anak utk siap menerima siapa saja di kamarnya walaupun dia tetep boleh punya privasi. Jika ortu ingin mengobrol, bisa masuk. Jika ada adik/kakak minta tolong maka siap membantu, jika ada tamu siap berbagitempat tidur dengannya.

🚪⏰🚪⏰🚪⏰🚪⏰🚪⏰

Teman..membiasakan anak mengelola kamar dg baik adalah sebuah simulasi baginya agar kelak bisa "mengelola rumah", tdk peduli laki2 atau perempuan..akan berumah tangga kan..latihan mengelola rumag dg mengelola kamarnya sendiri, dan bayangkan jika aspek2 kamar di atas bisa dilatihkan pada anak, akan sangat dahsyat dlm membentuk karakternya..
⏰ Anak akan belajar meletakkan segala sesuatu di tempatnya, bukan hanya utk barang2 tapi utk segala urusan..artinya dia akan mudah mencari barangnya, juga mudah menata pikiran dlm memandang urusan yg ditangani..gak mudah bingung.
⏰ Anak akan belajar utk menjaga & merawat, bukan hanya barang2 tapi juga menjaga orang2 yg kelak jadi tanggung jawabnya.
⏰ Anak akan belajar utk punya jadwal, untuk membagi waktunya, utk melaksakan jadwalnya, utk punya komitmen dg rencana yg dibuat sendiri.
⏰ Anak akan belajar menerima orang lain, bahkan bisa melayani kebutuhan org lain, bisa jadi org yg memuliakan tamu jika nanti sudah punya rumah sendiri.

Weeew, Agak lebay? Tidak teman...sungguh bahwa perubahan sikap, pembangunan karakter anak harus dimulai dari hal2 yg kecil ini..sukses utk yg kecil, mudah utk mencapai yg besar.

Maintenance Tools (1)

Oleh : Ani Ch, penulis buku & praktisi pendidikan keluarga

Selasa, 14 April 2015

Maintainance Tools (Part 1)

Dodit sudah duduk di atas motor, di depan rumah siap berangkat! Dinda istrinya masih mbulet di dalam rumah, "Dinda...cepetan..aku nanti telat" kata Dodit. "Iya sebentar" jawab Dinda sambil teriak. "Sorry...nyari dompet nggak ketemu2 tadi...untung akhirnya baru ingat, di atas kulkas" jawab Dinda ketika akhirnya keluar rumah.

Sampai dikantor, Dinda sudah telat 5 menit, alamat dimarahi pak bos..Beneran baru naruh tas, interkom sudah bunyi..tut tut..Dinda, ke ruangan saya ya..tiiit. Telpon langsung ditutup.

Dinda masuk ruangan pak bos, langsung dikasih instruksi, "Proposal yg sudah kamu buat kemarin...revisi ya, terutama di bagian penawaran harga, naikkan 5% ya. saya tunggu revisiannya pagi ini juga. Lalu kamu ikut saya, sudah siap presentasi ke klien kan?" Sip...gak nanya telat, batin dinda..

Sampai di meja kerjanya...dinda baru ingat..alamaakk, proposalnya kan aku bawa pulang utk kupelajari spya siap presentasi..dan KETINGGALAN. Oke...tenang Dinda..kan ada file nya..kita buka, sekalian revisi..lalu di print..Dinda mulai booting komputer sambil ngatur napas..pas buka folder..gak ketemu filenya...aduuuh, dari kemarin mau kurapikan dlm folder2 gak sempet..akhirnya ratusan file ini kayak hutan belantara..judul filenya lupa lagi..jadi nggak bisa di search..ini doc1 doc2 kok byak sekali...aduuuhh pusing.

Kenapa Dinda pusing? Karena sewaktu kecil...kemandirian fisiknya belum terlatih dg baik..utamanya pd aspek maintainance tools...Waktu kecil, Dinda kurang diberi pembiasaan mengelola benda2 sehingga ketika besar menjadi org yg tdk rapi dlm mengelola barang, sering lupa/kehilangan, juga menjadi seorang pekerja yg tidak terstruktur..sehingga pengelolaan aktivitasnya juga kacau..

Teman, inilah satu hal kecil yg perlu secara serius kita latih pd anak2, pembiasaan mengelola barang. Kita mulai dari yg sederhana..Pembiasaan Manajeman Tas.

Manajemen Tas artinya mengelola tas..ada bbrp tahapan latihan manajemen tas pada anak, 1 Kita perlu sosialisasi pd anak tentang pentingnya merapikan tas, ya kalau anak..kaitkan saja dg sekolah, biar tdk ada buku ketinggalan, bisa belajar dg baik di sekolah, dst dst 2 Kita bisa mulai dg contoh, ortu mengambil tas nya sendiri & mulai mensimulasikan prosedur menyiapkan tas di malam hari seblum tidur. ~buka tas, keluarkan semua isinya, buang yg termasuk sampah ~masukkan benda2 wajib setiap hari, alat tulis, tisue, dompet, & teman2nya ~liat jadwal besok, masukkan semua benda utk kebutuhan besok. 3 Kita melakukan proses menyiapkan tas, pd malam hari bersama anak, urutan aktivitas yg rapi akan memudahkan anak utk melakukan..agak mirip dg tas ortu tadi, ~Keluarkan semua isi tas, buang sampah. ~Siapkan keperluan wajib, alat tulis trutama..jika perlu pensil2 dirauti ~Berikan label utk semua benda yg dimiliki, nama..agar tidak tertukar dg teman atau jika hilang lebih mudah kembali ~Periksa jadwal besok dan masukkan semua keperluan utk besok

Teman..ini pekerjaan sangaaaat sepele..tapi sungguh berdampak pada karakter jika kita kerjakan rutin..

Sebuah sekolah telah membuat program semacam ini, parenting berbasis pembiasaan aktivitas sehari2 & terasa betul manfaatnya.

Latihan manajemen tas mungkin hal biasa..tapi jika ini RUTIN dilakukan akan menyumbangkan bbrp manfaat Anak terbiasa 'merencanakan' sblm aktivitas, sehingga akan jadi pribadi yg rapi, terstruktur, dan siap menghadapi esok hari krn sdh punya 'persiapan', nggak akan jadi anak yg 'gupuhan' atau panik'an, atau anak2 yg ketinggalan barangnya. Anak belajar memilah 'barang yg tdk perlu' shg dilabeli sampah lalu dibuang & 'barang yg masih perlu', bayangkan jika ini diabstrakkan..anak belajar mana masalah yg perlu dilupakan & mana yg masih harus diurus utk diselesaiakn..keren kan.. Anak belajar melakukan klasifikasi benda2, benda penting & tdk, mana yg disimpan & mana utk besok. Sekali lagi bayangkan jika diabstrakkan, anak ini akan tahu mana urusan yg ditunda mana yg harus diselesaikan besok.

Mau melatih anak utk manajemn tas? Dahsyat lhoo efeknya...

Silakan di-share tanpa ijin

12 DIY-MBA Books

1. The Strategis
2. The Hard Thing About Hard Things
3. How Soccer Explains The World
4. David and Goliath
5. Red Thread Thinking (Debra Kaye)
6. Marketing Plan Handbook (Chernev)
7. It's Not How or What But Who
8. CFO Techniques
9. Technical Impact (Al Kuebler)
10. Marketing Communications (eagle)
11. Making Sense of Change Management (4th ed)
12. The Executive Checklist (Kerr)

Business Books to Read

Blue Ocean Strategy
Built to Last
Good to Great
Rockefeller Habits