Salah satu tanda sayangnya Allah pada hambanya adalah dengan ISTI'MAL (membuatnya bekerja). Sahabat bertanya, "bagaimana?" Rasul menjawab, "Dengan memberinya TAUFIQ (dorongan)",
Salah satu hikmah Sirah Nabawiyyah adalah "munculnya suatu peradaban tidaklah tiba-tiba". Posisi sosial mempercepat pertumbuhan kader karena minat orang terhadap dakwah meningkat.
# MASYARAKAT
- masih bahasan Al Ihsan
- pilar ke-3
(1) Kaidah umum QS Ar Ra'du ayat 11 berlaku untuk semua umat. Kita akan dihisab atas apa yang kita lakukan bukan di masa apa kita hidup. Jadi jangan bergantung pada "ratu adil" atau "imam mahdi" lalu menunggu kekhilafahan. Lebih dulu mana : lahirnya khilafah atau selesainya masalah umat?
(2) Sangat tergantung komponen individu & keluarga, sehingga idealnya sudah selesai di Mihwar Sya'bi. Ini visi 2010 yang dulu, baru kemudian mendirikan partai (Mihwar Muassasi), tapi Allah memberikan kesempatan lebih awal.
(3) Adanya sistem sosial yang membuat masyarakat seperti 1 tubuh (ukhuwwah), sehingga seharusnya Arkanul Usrah diterapkan juga di tengah masyarakat. Pahala berukhuwwah di tengah sesama ikhwah sama dengan di tengah masyarakat. Bawa budaya ikhwah ke masyarakat, bukan sebaliknya!
(4) Jamaah mendorong terbentuknya masayarakat yang aktif dan dinamis. Penyimpangan biasa banyak terjadi di tengah kaum "pengangguran".
(5) Demokrasi ditentukan suara terbanyak, Kalau mayoritas masyarakat "keblinger", pemerintahan yang terbentuk juga "keblinger". Kalau masyarakat banyak yang hanif, yang terbentuk juga pemerintahan yang hanif. Jadi perlu terbentuk masyarakat dan struktur sosial yang berpegang pada akhlaq mulia.
(6) Amal nukhbawi & ijtima'i harus berjalan proporsional, seperti ikan dan air kolam. Kalau ngga proporsional, nanti muncul seperti di nomor 4.
Salah satu hikmah Sirah Nabawiyyah adalah "munculnya suatu peradaban tidaklah tiba-tiba". Posisi sosial mempercepat pertumbuhan kader karena minat orang terhadap dakwah meningkat.
# MASYARAKAT
- masih bahasan Al Ihsan
- pilar ke-3
(1) Kaidah umum QS Ar Ra'du ayat 11 berlaku untuk semua umat. Kita akan dihisab atas apa yang kita lakukan bukan di masa apa kita hidup. Jadi jangan bergantung pada "ratu adil" atau "imam mahdi" lalu menunggu kekhilafahan. Lebih dulu mana : lahirnya khilafah atau selesainya masalah umat?
(2) Sangat tergantung komponen individu & keluarga, sehingga idealnya sudah selesai di Mihwar Sya'bi. Ini visi 2010 yang dulu, baru kemudian mendirikan partai (Mihwar Muassasi), tapi Allah memberikan kesempatan lebih awal.
(3) Adanya sistem sosial yang membuat masyarakat seperti 1 tubuh (ukhuwwah), sehingga seharusnya Arkanul Usrah diterapkan juga di tengah masyarakat. Pahala berukhuwwah di tengah sesama ikhwah sama dengan di tengah masyarakat. Bawa budaya ikhwah ke masyarakat, bukan sebaliknya!
(4) Jamaah mendorong terbentuknya masayarakat yang aktif dan dinamis. Penyimpangan biasa banyak terjadi di tengah kaum "pengangguran".
(5) Demokrasi ditentukan suara terbanyak, Kalau mayoritas masyarakat "keblinger", pemerintahan yang terbentuk juga "keblinger". Kalau masyarakat banyak yang hanif, yang terbentuk juga pemerintahan yang hanif. Jadi perlu terbentuk masyarakat dan struktur sosial yang berpegang pada akhlaq mulia.
(6) Amal nukhbawi & ijtima'i harus berjalan proporsional, seperti ikan dan air kolam. Kalau ngga proporsional, nanti muncul seperti di nomor 4.